Rabu, 21 Mei 2014

Etika Peminjaman Buku

Ada yang bilang : " Buku itu seperti halnya berlian... tidak untuk dipinjamkan."

Hm, apakah kau setuju dengan pernyataan itu, teman?

Kalau aku, setengah setuju.  Lho...setuju kok setengah-setengah? nanggung amaat... hehe...

Maksudku, aku setuju bahwa buku sama berharganya dengan berlian. Namun bukan berarti tidak untuk dipinjamkan. Sayang kan, kalau hanya numpuk saja tanpa ada yang mengetahui apalagi memanfaatkan 'isi'nya? Mungkin -bagiku- lebih tepatnya adalah boleh dipinjamkan, dengan syarat dan ketentuan berlaku. #eh, kok jadi mirip iklan yaa? :)


Hehe, jelasnya... kita harus pilah-pilih teman yang bisa dipinjami buku - barang berharga kita - itu. Kenapa harus demikian?

Ya, tentunya agar jangan sampai kita berniat baik ... tapi berujung pada penyesalan : buku yang dipinjamkan rusak, lama kembali... atau malah tidak kembali sama sekali! :(

Sedih? Ya... pastilah sedih bila hal itu terjadi.  Barang yang kita sayang-sayang, dirawat dengan baik dan hati-hati, ternyata mendapat perlakuan buruk bahkan tak dapat kita temui lagi.  Itu mimpi buruk tentunya!
Kok, tahu? Sudah pernah mengalami?

Sudaah... Beberapa kejadian tak mengenakkan di waktu lampau telah membuatku lebih memilih-milih teman yang akan kupinjami. Tapi...ternyata aku masih kurang hati-hati dalam memilih (mungkin karena lebih mengedepankan faktor kasihan), sehingga saat ini pun aku sedang kangen dengan  3 buah buku yang belum jelas nasibnya.

Sudah beberapa bulan lalu aku meminjamkannya pada seorang teman yang kala itu sedang membutuhkan bacaan perintang waktu... namun entah dia tipe 'pembaca super duper lambat' atau  ada alasan lain yang tak kumengerti, nyatanya sampai saat ini belum satu pun dari 3 bukuku itu  yang kembali.  Hiks...
Menurutku, perlu ada etika khusus peminjam buku, antara lain :
  1. Menjaga keutuhan & kebersihan buku.
  2. Memperkirakan waktu membaca & menyepakati waktu peminjaman
  3. Segera mengembalikan buku pinjaman setelah selesai di baca
  4. Memberitahukan kepada pemilik bila belum selesai membaca namun waktu peminjaman yang disepakati telah lewat

Hm..., ada yang mau menambahkan lagi? Mangga lhoo.... :)

***
Nama : Mechta Deera
Blog : Lalang Ungu ( http://mechtadeera.wordpress.com ) dan Beranda Mechta ( http://mechta.blogdetik.com )
Email : auntiemechta@gmail.com



13 komentar:

  1. Sukaaaaa sama tulisan ini. Setuju bingits, deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiih.... ngga mau nambahin etika ke 5 dst? hehe...

      Hapus
  2. eeehh...iya, ini bukumu masih di aku mbakyuuu....hahahahaa... *ben rusuh

    BalasHapus
  3. huhuhu jadi teringat buku-bukuku waktu jaman sekolah dan kuliah banyak yang raib..ya ikhlaskan saja agar menjadi pahala..mereka ngga tahu itu hartaku...hiks..#curcol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak... (meski berat) ikhlaskan saja... sdh dapat ganti yg lebih banyak to? hehe...

      Hapus
  4. Bukuku..kekasihku hahaha...halahhh
    Banyak sih bukuku yg ilang karena dipinjem. Sekarang? ah...hanya sohib tertentu aja yang aku pinjemi.

    *Ada Taro gak...bukunya masih blm ketemu :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau jadi sohibnya mba Hidayah aah... biar dipinjemi buku.. *modus :)

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Kalo ada ygminjem suruh ninggalin KTP aja Mak, hehehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi... perciis tatib di perpus ya Mak.. :)

      Hapus
  7. 5. Tekun memelihara niat 'minjam' (bukan 'ngilangke', hehe..)

    Panduan (agak sadis) Pemilik Buku:
    1. Meminjamkan tidak lebih dari satu buku/orang
    2. Ada buku yang tidak untuk dipinjamkan (bawa pulang).

    BalasHapus
    Balasan
    1. siip... boleh juga tuh tambahannya :)

      Hapus