Jumat, 06 Desember 2013

Blogger Nusantara 2013 : Jejak Istimewa di Jogja

Jum’at, 29 November 2013

Bismillah, sebelum mulai sharing apa yang kami (emak-emak IIDN Semarang) dapatkan saat mengikuti ajang keren kopdar Blogger Nusantara (BN) 2013, izinkan saya bernostalgia sebentar.



Waktu itu (pembukaan yang super klise), tanggal dan jamnya lupa, ada woro-woro dari Mak Rahmi Aziza (kalau nggak salah ye) tentang pendaftaran BN 2013. Komentar di bawahnya pun mengular, salah satunya dari Mak Uniek yang ternyata sudah berhasil mendaftar dan beberapa emak yang lain. Sebelum memutuskan untuk join, saya buka dulu aja web-nya. Ber-Ooo-ria saat tahu kalau kopdar ini berlangsung tahunan dan udah ada sejak 2011. Baca dulu semua ketentuannya dan segala pernak-perniknya. Langsung ambil buku harian, nyatet tanggal pelaksanaan BN 2013. Huaaa, mupeng ikut but kudu izin dulu sama suami. Kan ridho Allah ada pada ridho suami *teteup!

[PROFIL] Agustina Dwi Jayanti


Agustina Dwi Jayanti

Saya hanya seorang anak yang belum sempat berbakti pada orangtua sampai saat bapak meninggal. Saat ini saya berusaha mengembangkan cara menulis saya dan beberapa imajinasi liar yang terus berputar di otak saya karena saya mempunyai imajinasi yang bahkan tidurpun selalu menghantui maka saya putuskan untuk menulisnya disecarik kertas. Tak ada leptop or computer  tidak menyurutkan semangat saya untuk menulis \ (^0^)/  motifasi saya menulis untuk menaikkan derajat ekonomi keluarga saya. Semoga dengan bergabung di IIDN saya bisa mengembangkan cara menulis saya. Daritadi ngalor ngidul ngomong tapi belum ngenalin diri hehe,,

Nama      : Agustina Dwi Jayanti
FB           : tina tina tina (teena_purple@yahoo.co.id)
Twitter     : @bl4ck_purpl3
Blog        : ceritadandelion.blogspot.com
 

[PROFIL] Afida Lathifah


Afida Lathifah
Panggil saja saya Ida, ibu rumah tangga dengan satu anak laki-laki. Asli Jogjakarta tetapi mendarat di Ungaran karena suami bekerja di Ungaran. 

Cita-cita saya memang ingin menjadi penulis dan ingin dikenang dlm sejarah sebagai penulis inspiratif J Sejak SD suka menulis puisi dan mengirimkannya ke majalah anak-anak, tapi cuma sempat satu kali saja dimuat dan dapat honor gantungan kunci. Hehehe…

[PROFIL] Ade Hermawati



Ade Hermawati

Nama saya Ade Hermawati, biasa dipanggil ade. Lahir di Tegal pada tanggal 11 Januari 1984.

Sudah 3 tahun ini tinggal di Perum Karonsih Ngaliyan Semarang bersama suami tercinta Muhammad Amin (@Amininspirator).

Baru saja dikaruniai bidadari cantik yang sudah lama dinanti “ Amirah Khadijah Mahardhika” yang lahir di hari kemerdekaan 17 agustus 2013.

Baru sadar ternyata hobi nulis sejak dari SD. Dulu paling seneng kalau dikasih tugas mengarang dari guru Bahasa Indonesia, bahkan suka kekurangan kertas karena ceritanya ga abis-abis. Kemudian berlanjut suka nulis Diary dan tergabung dalam LPM (Lembaga Pers Mahasiswa)  MISSI dan penyiar radio di kampus. Kuliah juga ga jauh-jauh dari nulis, dengan mengambil jurusan Komunikasi dan Penyaran Islam. Dari dulu Saya suka nulis di kertas HVS, hingga saat ini meskipun difasilitasi  komputer dan laptop.


Jumat, 15 November 2013

[PROFIL] Dewi Dedew Rieka



Dewi Rieka Kustiantari. Biasa dipanggil Dedew. Memakai nama Dewi Dedew Rieka untuk buku-bukunya sejak April 2008.

Lahir di Makassar, 02 April 80. Anak seribu pulau berdaraj Sunda Bugis yang kini menetap di Ungaran bersama her partner Bagus Priyanbada dan dua krucils Nailah dan Aldebaran. Cita-citanya pengen ke luar negeri dari tulisannya, amiinkan doong hehe.

Dedew suka menulis, membaca, kopdar, travelling dan ngelapak. Buku pertamanya terbit tahun 2006 yaitu Keajaiban Bunga, karena hobinya kopdar dan berkomunitas. Ya, silaturahim memang banyak manfaatnya :)


MUHARRAM AGUNG


*Keisya Avicenna

Muharram agung datang kembali…

Saat fajar bermandikan kilauan cahaya
Embun turun bagai air mata para syuhada
Kurasakan sejuk angin kasih-Nya
Berhembus syahdu, hapuskan segala dosa

Hina? Diri ini memang hina!
Noda-noda pekat telah terpahat dalam hati yang kelam
Hatiku rapuh…
Langkah kakiku pun kian menjauh
Jiwa resah dan raga tak terarah


[PROFIL] Latree Manohara.

Latree Manohara.

Ibu empat anak. PNS. Blogger santai. Bukan penulis tapi suka menulis. Bukan penyanyi tapi tidak bisa hidup tanpa nyanyi. Penggila senam aerobic. Tidak bisa masak. Saat ini sedang bersemangat menghidupkan Blog Dongeng Anak

Blognya tentang anak-anak di Dandelion. Tulisan fiksi, puisi dan tentang aktivitas seni ada di Kata dan Rasa.

twitter: @elmanohara

Kamis, 14 November 2013

9 Cara Mengajak Anak Mencintai Buku

Dear Ayah & Bunda,

Mengenalkan buku sejak dini di usia balita sangatlah penting. Selain untuk menanamkan kebiasaan baik, juga untuk menimbulkan kecintaan si kecil untuk belajar dan mencintai ilmu. Sering saya mendengar ibunda mengeluh seperti ini "Uh, susah sekali si Nana disuruh baca, maunya nonton televisi!"
Benarkah?

Jangan-jangan, ini salah kita sendiri yang tidak membangun kecintaan pada buku pada anak sejak dini?
Berikut ini tips agar buah hati suka buku:

  1. Berikan buku sesuai usianya. Untuk bayi dan balita, berikan board book atau soft book (dari kain) sehingga tidak bisa disobek dan lebih awet. Tekstur buku bisa menjadi latihan meningkatkan kemampuan motorik anak. Berikan buku dengan warna yang cerha dan tulisan yang menarik sehingga merangsang penglihatan buah hati.

IIDN Semarang Kuliah di #KampusFiksiRoadshowSemarang

By. @famysa

Ramai sekali. Kesanku saat datang ke Gedung Wanita pada hari Minggu, 10 November 2013 kemarin. Mungkin pengunjung lain pun memiliki kesan yang sama denganku. Parkiran penuh, gedung sebelah pun dipadati oleh manusia, lantai satu Gedung Wanita sesak oleh para books hunters, lantai dua penuh oleh pengantar dan peserta lomba mewarnai.

Celingak-celinguk. Dimanakah lokasi kuliah #KampusFiksi? Dan ooh ternyata di tenda yang cukup besar di depan panggung. Kukira bakal di ruang ber-AC seperti ketika aku kuliah biasa. Hihihi

Kamis, 31 Oktober 2013

[PROFIL] Dwi Lestari

Saya sudah lupa kapan saya bergabung di IIDN Semarang. Kalau saya liat posting beberapa foto diFacebook saya, mungkin sekitar oktober 2011. 2 tahun yang lalu, tidak terasa ya. Menjadi anggota IIDN Semarang, menjadikan saya termotivasi untuk menulis. Bermula dari kegiatan kantor yang tidak begitu padat, saya mulai mencari kesibukan lain. Dengan memanfaatkan akses internet di kantor dan tentunya tanpa meninggalkan tugas utama sebagai karyawan di sebuah LSM, saya mulai mencoba untuk menulis. Diawali dengan menulis note facebook, kemudian belajar membuat blok, sampai mencoba beberapa lomba penulisan.

Buku antologi pertama saya “I am proud to Scout”. Rasanya senang sekali mendapat kabar naskah kita ikut menjadi bagian dari sebuah buku, walau kemudian saya mulai tahu bahwa buku antologi merupakan kumpulan tulisan yang bisa diterbitkan secara perorangan, saya tidak mendapatkan bonus malah saya harus ikut memasarkan dan membeli buku itu. Kemudian mulai mecoba peruntungan di lomba yang berhadiah. Saya pernah sekali ikut menjadi salah satu pemenang dalam lomba penulisan di Divaperss yang berhadiah buku. Ceritanya berkisah tentang pengalaman pribadi yang dapat diambil hikmahnya. Bukan pengalama pribadi saya sebenarnya, namun pengalaman pribadi pimpinan saya yang ketinggalan pesawat, karena ketiduran.

PENULIS JAIM DI DUNIA MAYA , WAJIB!



Oleh Lia Herliana

Jaim, alias ‘jaga image’, atawa pencitraan, tak hanya penting bagi kalangan selebriti, lho. Kita, para penulis, atau yang mengaku masih ‘penulis-wanna-be’ (seperti saya), juga perlu pandai-pandai menjaga image, khususnya dalam pergaulan di dunia maya.

Image yang seperti apa, sih? Image, atau citra diri sebagai penulis, tentu. Bukan sebagai tukang bubur, apalagi putri yang tertukar.

Kenapa? Buat apa?

GURU, LENTERA YANG MEMBEBASKAN


oleh Keisya Avicenna

Saya bangga menjadi guru. Profesi menjadi seorang guru adalah profesi yang ‘menantang’. Meskipun ada sebagian orang yang beropini berprofesi menjadi seorang guru adalah suatu pekerjaan yang enteng. Karena sekilas, tugasnya hanya mengajar dan mengajar. Akan tetapi, sejatinya seorang guru tidaklah hanya bertugas mengajar di dalam kelas. Seorang guru juga dituntut untuk bisa memberi contoh kepada murid-muridnya tanpa harus melihat siapa dan di mana ia berada. Untuk itu, tidak keliru jika ada pepatah yang mengatakan: “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Dalam artian, sebagai seorang guru harus senantiasa memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu sebelum memperbaiki orang lain (baca: anak didik).

[PROFIL ANGGOTA] Tiza Evalina


Nama saya Tiza Evalina karena berasal dari Bukittingg jadi beberapa kenalan suka menyapa dengan panggilan "uni" tp tidak sedikt yang teteup menyapa dengan "mba", no problemo... Baru 5 tahun ini tinggal di ungaran bersama my hubby  dan matahari kecilku Aditya. Sebenarnya a long long time ago saya rajin sekali nulis, saat SMA tulisan sempat diterbitkan walau cuma untuk koran lokal (walau ga pernah terima honornya). 


Semenjak kerja ga sempat lagi untuk nulis, keinginan sih ada apalagi kalau habis baca-baca karya penulis lain tp apadaya sudah kecapekkan duluan. Sempat menggebu lagi mau nulis bahkan sdh dimodali kakak sepakat komp tp ya itu tadi...terbengkalai. Tapi sempat aktif juga mulis saat Multiply masih ada. Jadi salah satu niat ikut IIDN ini semoga semangat nulisnya terpacu terpacu terpacu lagi sampai menghasilkan karya biar "hutang" kekakak juga terlunasi :-)

Monster Menyeramkan Itu Bernama Sampah


Aku berdiri terpaku didepan bak pembakaran itu. Asap putih mengepul di atasnya. Dengan niat melatih kesabaran, kali ini kutunggui proses pembakaran sampah di bak yang memang sengaja dibuat sebagai penampung sampah sekaligus sebagai tempat pembakarannya. Beruntung, pikirku. Pemilik rumah sebelum kami telah membuat bak sampah yang lumayan besar ini. Aku tak perlu lagi mengemas sampah untuk dibawa ke tempat penampungan sementara (TPS) di sebelah pasar tradisional di daerah kami. aku mengalami sedikit kesulitan kali ini, karena timbunan sampah di depanku ini semalam teguyur hujan. Yah, tentu saja api susah menyala. Paling menyala sebentar di sampah kertas yang sengaja kubakar duluan, menjalar ke bagian sampah di kanan kirinya sebentar, lalu mati. Berulangkali mencoba, tetapi hal yang sama terjadi. Akhirnya kuputuskan untuk mengerjakan hal lain, dengan harapan siang nani timbunan sampah akan kering oleh sinar matahari (semoga tidak hujan) dan sorenya siap dibakar.


Jumat, 11 Oktober 2013

Kunjungan IIDN Semarang ke tabloid Cempaka

Oleh: Aditya Meilia

[09 Oktober 2013] Siang itu kira-kira pukul 10.30 WIB IIDN kopdar lagi setelah lima hari yang lalu sharing dengan para editor Tiga Serangkai. Disambut Mbak Unik sang redaktur mode kami digiring ke meja eksekusi. Meja persegi panjang yang biasa digunakan untuk rapat dan mengambil keputusan. Acara dimoderatori oleh Mas Thalhah, kartunis, merangkap korlip serta direktur do’a, hihihi. Pembawaannya memang adem dan terlihat begitu religius *ustadz mode on :p

Acara intinya tentu dipimpin yang mbaureksa*opoh ikih, yaitu Mas Rukardi sebagai pemimpin redaksi. Beliau memperkenalkan para redaktur-redaktur halaman. Mbak Unik Agung Mumpuni bertugas mengisi halaman mode,  Mbak Intan sebagai redaktur kuliner, Bu Ari yang menangani perduitan dalam rumah tangga dan Mas Abdullah Ibnu Thalhah, kartunis yang membuat tulisan-tulisan di tabloid Cempaka makin semarak dengan ilustrasi-ilustrasinya yang ciamik.

Cerita lucu dan seru IIDN SEMARANG dengan Tiga Serangkai Solo

Oleh: Dian Kusuma Damayanti
Siang itu, tanggal 3 Oktober 2013, di tengah terik matahari yang panas sekitar pukul 12.00 WIB acara undangan dari Tiga Serangkai (TS) Solo digelar di Warung Leko, Jl. Gajah Mada No. 67 Semarang, yang sekaligus acara KopDar Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang.

Sekitar pukul 12.10 wib aku sudah berada di lokasi dan langsung menuju pintu yang bertuliskan "PUSH" yang pasti artinya "Tekan" supaya kita bisa masuk ke ruangan dan ternyata di dalam belum begitu ramai dan terlihat beberapa orang saja, hanya sekilas aku memperhatikan ada sekelompok ibu-ibu di pojok sebelah kanan, namun tidak dapat memastikan siapakah mereka karena tidak jelas. Sambil mendekati meja informasi, aku bertanya,"Mbak, boleh tanya klau undangan dari IIDN dimana ya ?, seorang waiters menjawab,"belum ada reservasi mbak", aku balik menjawab,"oh gitu, oke saya tunggu. 


[PROFIL] Dian Kusuma Damayanti



Dian Kusuma Damayanti, itulah nama lengkap saya  sejak dilahirkan 38 th yang lalu tepatnya 9 Juli 1975 di kota Mojokerto, Jawa Timur.

Lengkap sudah menjadi seorang wanita sejati sejak dikaruniai mereka berdua yaitu Nur Annisa Damayanti (13 tahun) dan Muhamad Gibran Maulana (5 tahun). Suka memasak, mendengarkan musik, selalu ingin mencoba petualangan baru, bersosialisasi dengan bergabung di berbagai komunitas dan tentunya menulis serta membaca adalah rutinitas dan kegiatan yang  saya suka. Terima kasih juga karena support dan izin darinya “my lovely husband” Muhamad Jumhan, sehingga saya bisa kembali menuangkan hobby lamaku yang sejak SD sangat suka menulis tentang mimpi-mimpi kecil melalui diary.

Kamis, 10 Oktober 2013

2 Jam Bersama Redaktur Cempaka

Pucuk dicinta ulam tiba, itulah peribahasa yang kiranya pantas sekali mewakili keinginan para anggota Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang untuk berkunjung ke kantor redaksi media cetak. Telah hampir dua tahun berlalu sejak pertama kali tercetus keinginan untuk masuk ke ruang redaksi Suara Merdeka. Kala itu sudah ancang-ancang hendak mengirimkan proposal kunjungan ke harian tersebut.

Namun berkaitan dengan 'kesibukan' luar biasa dari para ibu dan nona yang tergabung dalam IIDN, keinginan untuk 'berwisata ilmu' itu belum kunjung terwujud. Kesempatan datang justru pada saat yang tak terduga. Tanggal 21 September 2013, IIDN janji jumpa dengan 2 orang redaktur Tabloid Cempaka, mba Unik Agung dan mba Intan Esty.

Selasa, 08 Oktober 2013

Kopdar with Tiga Serangkai dan Bedah Buku Beauty Jannaty

By. @famysa_ Bottom of Form


“Sejarah itu cukup untuk dikenang, bukan untuk diulang,” ujar sahabatku mengulang kata-kata ibunya. Tapi kalau peristiwa sejarahnya seperti hari  Kamis, 3 Oktober 2013 kemarin sih boleh banget laah untuk diulang. Untuk pertama kalinya, kemarin aku ikut Kopdar IIDN Semarang. Kesan pertamaku, wiw, takjub banget deh sama ibu-ibu semuanya... IIDN Semarang memang luar biasa!
Selain Kopdar alias Kopi Darat, hari Kamis kemarin IIDN  Semarang juga mempunyai tiga agenda lain, yaitu bincang-bincang dengan Penerbit Tiga Serangkai (TS), wawancara dengan Tribun Jateng, dan menghadiri bedah buku Beauty Jannaty karya salah satu anggota IIDN Semarang, Keisya Avicenna. So, kami tidak kopdar sekedar kopdar, kopdarnya IIDN Semarang pastinya kopdar yang mendatangkan ilmu dan manfaat.

Jumat, 27 September 2013

[PROFIL Hapsari Adiningrum


Hapsari Adiningrum, ibu dari Arfa Rahman Riyansa dan Barra Ramadhan Riyansa ini lulusan Peternakan UNDIP tahun 2003 dan tinggal di Semarang. Senang memasak dan menulis, dan bersosialisasi dengan bergabung di banyak komunitas.

Bergabung dengan IIDN Semarang bulan Februari 2013 merupakan anugrah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dari grup IIDN saya mengenal para perempuan yang hebat. Mempunyai kemampuan menulis dan senang berbagi ilmu ( kecup satu-satu anggota IIDN).

Dan dari grup ini saya mendapatkan semangat dan rasa percaya diri untuk menjadi seorang penulis :-) Untuk saat ini sedang menyelesaikan buku pertamanya yang bertemakan parenting. Buku dengan judul " Panduan Praktis Asi Eksklusif 6 bulan" akan diterbitkan oleh Pustaka Al Kautsar - Jakarta. Semoga dalam waktu dekat ini ( Akhir tahun 2013 atau paling lambat awal tahun 2014) sudah berada ditangan pembaca :-)

Biodata :
Nama : Hapsari Adiningrum
fb : https://m.facebook.com/hapsari.adiningrum
twitter : bubu_barra
website : http://mama-arfa.blogspot.com

[PROFIL] Ella Sofa


Saya seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, yang punya keinginan sederhana tentang menulis, yaitu mewujudkan ide dan sedikit pengalaman yang berputar-putar di kepala saya menjadi sebentuk karya yang bisa dinikmati orang lain sehingga aspirasi ataupun apa yang saya dapatkan dari pengalaman saya tersebut pun bisa diambil hikmahnya oleh orang lain. Bukan berarti saya merasa lebih baik dari yang lain, tapi begitulah keinginan saya sejak dulu ; menulis, dan menulis.

Belum banyak yang saya hasilkan, hanya sekitar sembilan belas naskah yang tergabung dalam buku antologi, ada yang berisi cerpen, kisah kehidupan, juga puisi. Sedangkan untuk novel, baru dua buah yang sudah terbit yaitu “Rena, Masih Ada Cahaya” (Pemenang lima besar Lomba novel di Leutika Prio), serta yang baru terbit bulan Juni “Temui Aku di Surga” ( Quanta, Elex Media Komputindo- Kompas Gramedia). Meski sedikit namun semua sangat saya syukuri, bahwa keinginan dan perjuangan saya diwujudkan oleh-Nya di antara sekian kesibukan saya sebagai istri dan ibu.


Kamis, 26 September 2013

Menularkan Virus Menulis Bagi Perempuan Semarang

Tulisan tentang IIDN Semarang ini dimuat di www.liputan6.com, monggo disimak :)


Citizen6, Semarang: 


Jika Anda melihat para ibu muda cekikikan di sudut rumah makan atau kafe di Semarang, jangan salah mengira kalau mereka sedang bergosip. Siapa tahu, mereka adalah anggota grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang yang sedang Kopi Darat (kopdar) bulanan.

Selasa, 24 September 2013

Buku Beauty Jannati, Yang Terbaru dari Norma Keisya :)

BEAUTY JANNATY

99 Bekal Istimewa Menjadi Muslimah Jelita Dambaan Surga

“Seandainya seorang bidadari dari surga menampakkan diri kepada penghuni bumi, niscaya cahaya tubuhnya dan bau harumnya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi, serta kerudung rambutnya lebih indah dan bernilai daripada dunia dan seisinya.”
[HR. Bukhari]

Pesona bidadari berpendar sangat kuat, membuat getar kecemburuan yang menghebat pada diri ini, diri seorang muslimah yang mendamba shalihah. Shalihah yang dirindu jannah. Shalihah nan jelita yang didamba surga. Saya-kah? Engkau-kah? Kita semua pasti ingin meraih cita-cita itu.
“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Waqi’ah [56]: 22-24). 

Pasti kita semua ingin menjadi muslimah sejelita bidadari surga karena bidadari surga adalah gambaran kesempurnaan pesona seorang wanita dan kita pasti mendambakannya.

Buku “BEAUTY JANNATY” ini akan memaparkan 99 hal istimewa yang dapat dipahami sekaligus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku yang akan mengajak para muslimah shalihah untuk “berlomba-lomba mengalahkan bidadari surga.” Sebuah buku yang semoga dapat menggugah semangat para muslimah shalihah untuk melakukan perbaikan diri, menjadi sebaik-baik perhiasan di dunia. 

“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah muslimah yang shalihah.” [HR. Muslim]
Jelita karena… engkaulah bidadari dunia yang didamba surga!

Wanita indah bukan karena penampilannya.
Wanita indah karena kemuliaan hatinya.
Beauty Jannaty...
Buku istimewa dengan isi tak sederhana.
Selamat membaca dan mengamalkannya!
 
 “Jelita di dunia, jelita di syurga tentu menjadi dambaan muslimah.
Diramu apik dengan bahasa yang renyah.
Panduan pas untuk muslimah merindukan surga.”
(Naqiyyah Syam, Penulis Buku Dosa-dosa Istri Kepada Suami yang Diremehkan Wanita/ Ketua FLP Wilayah Lampung)


"Siapa perempuan tak ingin jadi jelita? Cantik yang dimaksud bukan sekedar paras rupawan, tetapi kecantikan yang dapat membuat bidadari pun iri. Simak tulisan indah dalam buku ini, membasuh hati, mengasah akal. Jadilah jelita seutuhnya.”

(Sinta Yudisia, pegiat FLP, founder PELITA, penulis "Kitab Cinta & Patah Hati" dan lebih dari 40 buku)

“Membaca buku Keisya Avicenna ini membuat saya merasa ingin segera berbenah, memperbaiki diri, memoles akhlak, dan terus bergerak lecutkan potensi diri untuk gapai amalan terbaik. Lantas, saya bermimpi mendapatkan para bidadari surga cemburu padaku, sebab dengan amalan itu, saya berhasil mengalahkan pendar pesonanya. Buku yang memotivasi. Ayo para gadis, baca buku ini, dan amalkan!”
(Afifah Afra, Penulis Muda Indonesia).

“Menjadi muslimah JELITA dambaan SURGA siapa yang tidak mau? Buku ini tentulah akan menjadi buku yang harus Anda baca dan semoga menjadi panduan Anda menjadi muslimah yang jelita dan harum sepanjang masa dan kelak dirindukan surga. Bismillah...”
 (Indari Mastuti, CEO IndscriptCo dan founder Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis)

“Beauty Jannaty, buku yang cantik.
Insya Allah, buku ini akan membuat para muslimah semakin shalihah dan cantik jelita.
Beauty Jannaty, bikin muslimah makin menawan hati.”
(Aisya Avicenna, penulis buku The Secret of Shalihah)


"Panduan lengkap bagi muslimah pendamba surga sekaligus bekal bergizi bagi para istri. Isi buku ini membuat semua muslimah bisa menjadi bidadari, kini dan di surga nanti."
(Erawati Tf. - penulis dan penerjemah)


Detil Buku:
Judul: Beauty Jannti
Penulis: Norma Keisya
Penerbit: Tiga Serangkai
Tahun: 2013
Harga: Rp.48.000,-

Dari Bedah Buku Mesir Suatu Waktu, Yuk Menulis Memoar!

Dear IIDNers,

Alhamdulillah, Jumat tanggal  13 September, saya bisa menghadiri acara bedah buku Mesir Suatu Waktu, karya Mbak Dian Nafi dan adiknya, Rabiah Adwiyah di Gramedia Pandanaran Semarang.  Kedua penulis asal Demak ini nampak segar dan cantik dengan setelan birunya. 

Sayangnya, saya datang agak terlambat. Buku Mesir Suatu Waktu ini adalah buku memoar atau pengalaman ketika adik mbak Dian, Rabiah berkuliah di Al Azhar, Mesir jurusan Syariah Islamiyah dan lulus tahun 2011. Rabiah berhasil mencapai impiannya yang juga cita-cita sang ayah, ingin kuliah di Mesir. 

Ditulis bersama sang kakak yang penulis kawakan, buku ini terasa asyik dibaca. Oh iya, buku ini memenangkan PSA Award, ajang pencarian naskah yang diselenggaraka oleh Penerbit Grasindo, Jakarta. Keren ya.

Di sore cerah itu, Rabiah membagikan pengalamannya mengapa ia menulis memoir itu. Tak sekedar menceritakan kisah berkuliahnya, tapi ia sedang di Mesir ketika kerusuhan di Mesir pecah. Hal itulah yang ia ingin bagikan dengan pembaca. 

Bagaimana ia dan teman-temannya mengalami ketegangan dan ketakutan saat bahaya mengancam.  Bagaimana ketegaran seorang Rabiah yang mendahulukan teman-temannya yang ketakutan untuk pulang ke tanah air. 

Pengalaman itulah yang mengilhami Mbak Dian untuk membujuk adiknya agar menuangkannya dalam sebuah memoar. Tantangan yang awalnya membuat Rabiah ragu. Ia merasa belum percaya diri menulis memoar. Dengan berduet dengan sang kakak, sempat mandeg penulisannya, akhirnya proyek memoar ini sampai ke tangan para pembaca.  

Mbak Dian juga memberikan tips bagaimana menulis memoar. Kata beliau, harus ada sesuatu yang bisa dipetik pembaca. Ada hal spesial. Kalau hanya menulis pengalaman kuliah di Al Azhar, banyak orang Indonesia yang kuliah disana.  Atau berguru di Tibet,  memang itu tujuan orang kesana. Atau perjalanan ke Paris, Thailand, dll, semua bisa mengalaminya.  Harus ada suatu kejadian atau pengalaman yang menginspirasi. 

Sekilas tentang Mbak Dian nafi, beliau lulusan arsitektur Undip, pemilik Hasfa Publishing, beliau sangat produktif juga aktif mengisi berbagai acara penulisan di Jateng. Perempuan lincah ini memiliki dua anak. Dan masih terus dan terus berkarya IIDN Semarang beruntung punya Mbak Dian Nafi deh pokoke :)  

Kembali ke buku Mesir Suatu Waktu, 
Buku ini tidak tebal, hanya sekitar 122 halaman, tapi cukup padat, ada tips perjalanan ke Mesir juga foto-foto pemandangan dan lanskap Mesir yang indah memesona. Beberapa peserta nampak antusias untuk bertanya. Ingin mengetahui tips menulis memoir, dan sebagainya. 

Selesai acara, anggota IIDN Semarang meminta tanda tangan dan berfoto bersama ehm, seperti biasa narsis akut hihi, bersama para penulis. Acara bedah buku seperti ini juga dijadikan ajang kopdar anggota IIDN Semarang untuk melepas kangen, ehem. 

Jadi, kalau IIDNers yang masih newbie di grup, jangan malu-malu untuk datang kopdar atau acara seperti ini. Kita baik-baik kok, nggak menggigit, suwer hihihi. Ditunggu kehadirannya ya IIDNers, kita berh-haha hihi sambil bertukar informasi dan cerita. 

 Selamat ya mbak Dian dan Rabiah, bukunya keren dan inspiratif. Bikin aku ingin kuliah lagii..:) 
Mari Berkarya!

Dewi Dedew Rieka 
Korwil IIDN Semarang 

Kamis, 19 September 2013

[PROFIL] Ika Hardiyan Aksari



Selalu mendapat nilai di atas 80 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia saya ketahui betul ketika awal masuk kuliah.


Paham kalau saya suka menulis diary sejak kecil itu pun ketika renovasi rumah akhir tahun 2012, saya menemukan setumpuk buku diary yang sudah usang.

Mengingat masa lalu, semenjak SD ternyata saya selalu ikut lomba yang tak jauh dengan dunia tulis menulis, lomba sinopsis, majalah dinding (mading), sampai terakhir adalah juara 2 lomba mendongeng di jurusan.

Belum banyak memang karya saya yang dipublikasikan di media. Tapi pernah tulisan mengenai tips ringan menjaga kesehatan mata ala saya nongol di koran Jawa Pos. Masih ada rasa takut dalam diri saya, apakah kalau saya mengirim tulisan ke media akan dimuat? Selalu rasa itu. Nyatanya memang berkali-kali mengirim tulisan untuk kolom mahasiswa di beberapa media belum ada yang lolos. Menyerah? Berusaha untuk tahan banting. Menembus media adalah salah satu list mimpi saya di tahun 2013 ini. semoga bisa, aamiin J

###

Saya, Ika Hardiyan Aksari. Dilahirkan di Pati, 20 April 1992. Saat ini masih berstatus anak tunggal. Kuliah dengan S1 PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar-angkatan 2010) sebagai jurusan yang pada akhirnya menjadi jurusan ‘takdir‘ yang menyenangkan. Selama kuliah aktif di bidang diskusi ilmiah jurusan, mading PGSD, dan penyiar radio kampus. Menyukai anak-anak dan suka mendongeng. Bercita-cita menjadi guru SD yang selalu dinantikan kehadirannya oleh sang murid dan menjadi guru yang aktif menulis.

Mendapat beasiswa esay dari DataPrint membuat saya yakin kalau tulisan saya juga bisa dinikmati oleh orang lain. Maka dari itu, sejak Maret 2013 mulai belajar menulis di blog.

Bisa saling berbagi dengan saya:

Nama               : Ika Hardiyan Aksari
No. HP            : 085727351413
Alamat              : Desa Mintreg RT 03 RW 02 Kec.Kebonagung Kab. Demak 59573
Email               : ichameweek@yahoo.co.id, ichaituika@gmail.com
FB                   : https://www.facebook.com/ikahardiyan.aksari
Twitter              : @diyanika
Blog                : ichaituika.blogspot.com, Kompasiana (http://www.kompasiana.com/dashboard/www.ichaituika.com)
 

Selasa, 10 September 2013

[PROFIL] Keisya Avicenna


Nama pena dari Norma Ambarwati, S.Si. Terlahir kembar pada tanggal 2 Februari 1987. Senang membaca, menulis, mengisi training, mengoleksi buku, berpetualang, berkontemplasi, dan melakukan hal-hal yang menantang serta full inspirasi.

Saat ini berprofesi sebagai manajer DNA EO & Publishing,  manager The Lost Java (TLJ), trainer The Secret of Shalihah (TSOS), pendamping ekstrakurikuler jurnalistik di SDIT Bina Insani Semarang (SUPER Kidz), dan owner Istana Belajar ‘DNA College’.

Sudah menghasilkan 7 buku anak di Penerbit Tropica, buku antologi ”A Sweet Candy For Teens” (Penerbit Elex Media), beberapa puisi pernah menghiasi halaman literasi di koran. Buku duet bersama saudari kembarannya (SUPERTWIN), Aisya Avicenna, yang berjudul ‘Diary Ramadhan 1434 H : Menyemai Cinta, Merajut Harmoni’ Alhamdulillah terjual lebih dari 1000 eksemplar hanya dalam waktu 1 bulan (edisi writerpreneur).


Minggu, 08 September 2013

[PROFIL] Lia Herliana



Lia Herliana

Sewaktu pertama kali bikin akun facebook dan blog, saya menggambarkan diri sebagai “another ordinary mom who’s trying to be extraordinary”. Tapi, sampai sekarang belum tercapai, hehehe.

Nama saya, Lia Herliana, nama yang sangat Sunda, dan ternyata sungguh banyak kembarannya. Bunda dri tiga orang anak: gadis remaja yang baru masuk SMP, lelaki kecil kelas 4 SD, dan little explorer boy- TK kecil.

Asli, saya ibu rumah tangga. Pertama kali belajar menulis, ketika nekat meniru seleb-seleb dunia literasi yang sering men-share note di facebook. Saya iri, kepingin jadi penulis juga, hehehe. Lalu, mulailah saya mengabadikan keseharian di catatan FB. Kemudian, lanjut ikutan audisi-audisi antologi yang sedang marak-maraknya saat itu. Dua-tiga, tumbang, satu per satu bermunculan, alhamdulillah.

Selasa, 13 Agustus 2013

10 HAL UNTUK MENJADI PENULIS PRODUKTIF

Oleh: Wuri Nugraeni


Alhamdulillah, H-2 lebaran lalu, IIDN Semarang berhasil kopdar bareng artis yang pulang kampung dari Depok yaitu Fita Chakra. Salah satu member IIDN Semarang yang terbilang produktif. Selain penulis, Mbak Fita (sapaan akrabnya) juga sebagai ibu tiga putri, trainer penulisan plus editor di Moms Guide Indonesia. Tulisannya tersebar di majalah hingga buku yang nangkring di toko buku.  Nah, Mbak Fita mau berbagi tips nih untuk menjadi penulis produktif. Dengan peserta enam orang (maklum, mefet hari raya soalnya), sharing pun berlangsung seru. Berikut secuil tips dari Mbak Fita:

Rabu, 29 Mei 2013

Ngeblog Spesial Ultah IIDN

Alhamdulillah.. tangggal 24 Mei 2013 kemarin Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) berulang tahun yang ke-tiga.

Kalo biasanya orang ultah dikasih hadiah, IIDN ultah malah bagi-bagi hadiah lo. Caranya kita diminta Ngeblog spesial tentang IIDN. Bisa di blog pribadi, atau kalo ngga punya di note FB juga boleh. Jangan di buku harian kamu yang bergembok itu yah hihihi.

Selain diposting di blog pribadi /note FB, tulisan itu juga harus diposting di blognya IIDN mulai tanggal 24-31 Mei 2013. Masih ada waktu looh buruan. Ada bayak hadiah menanti. Untuk syarat dan ketentuan silahkan cek di FB IIDN - Interaktif yaaa.

Udah cukup banyak yang berpartisipasi, termasuk anggota IIDN Semarang, yang menuliskan kesan atau apapun itulah yang berkaitan dengan IIDN. Monggo kalo mau ngintip.. :D
Pasti punya banyak kesan dong selama bergabung dengan IIDN atau ada kata-kata mutiara yang mau disampaikan? Daripada dipendam dalam hati mending ditulis. Buktikan kalo kita itu emang ibu-ibu doyan nulis. Hehehe...

Posted by Rahmi Aziza

Selasa, 28 Mei 2013

Kopdar Plus Obral Ilmu Menulis

Oleh: Wuri Nugraeni

Bulan Mei 2013, IIDN Semarang mengadakan dua kopdar, horeee... Tanggal 9 Mei dan 25 Mei lalu yang kedatangan dua artis penulis dari luar kota. Tapi, tema yang kami angkat ada 3 topik lho. Enak toh? Sudah haha-hihi, jumpa fans, sekaligus menyerap ilmu dari mereka. Berikut saya tulis poin-poin yang mereka utarakan...

Rabu, 17 April 2013

OBAT AMPUH GATAL PADA JEMARI KAKI




Oleh: Moocen Susan

Kalau diingat kembali memang sejak kecil saya kurang suka makan sayuran. Saya lebih suka makan ayam atau daging. Waktu umur 10 tahun, saya pernah merasakan gatal-gatal pada jemari kaki. Perlahan-lahan rasa gatal itu berubah menjadi luka dan berbau busuk. Berbagai macam obat dokter sudah saya coba ada yang berbentuk salep ada pula yang berupa kapsul. Namun tetap saja tidak ada perubahan. Setiap malam terasa sekali gatalnya. Setiap pulang sekolah dan melepas sepatu kaki saya berbau busuk dan lecet. Pernah saya coba rendam dengan larutan air hangat dan obat PK juga masih belum sembuh. Saya hampir putus asa.

Selasa, 16 April 2013

IIDN Semarang Celebrating Journey to Motherhood

Alhamdulillah, IIDN Semarang Minggu 14 April kemarin diundang ke acara "Celebrating Journey to Motherhood" persembahan Majalah Mother&Baby dan Nestle Mom&Me.

Acara yang diadakan di Hotel Novotel Semarang ini berlangsung seru. Para ibu baik yang tengah hamil maupun merencanakan kehamilan berbondong-bondong datang menggunakan dress code PINK.

Sabtu, 13 April 2013

SARAPAN BUAH




Kalo selama ini mak-mak IIDN sering migren, asam lambung naik, sembelit, bahkan habis sarapan pun suka lemes? Coba deh cek lagi pola makannya. Makanan yang kita makan tidak  cukup hanya bergizi lho! Percuma bergizi tinggi tapi kalau tidak tercerna dengan baik. Akhirnya jadi sampah metabolisme. PH tubuh akan menjadi asam. Untuk yang ringan-ringan sih biasanya tubuh ngasih sinyal, asam lambung naik, migren, sariawan, atau sering banget terkena flu. Kalau sudah terakumulasi, datang deh yang namanya penyakit degenerative. Daripada mengandalkan obat atau produk buatan pabrik, mending kita jaga asupan kita dengan apa yang sudah Tuhan beri.

FILOSOFI AGUNG DI BALIK SELEMBAR JARIK


Oleh: Uniek Kaswarganti
 
Di jaman yang katanya sudah serba modern ini, banyak peralatan maupun perlengkapan rumah tangga yang berkembang mengikut trend maupun kepraktisan cara penggunaannya. Banyak contohnya, mulai dari alat masak yang semula menggunakan wajan tradisional / sederhana, sekarang sudah bergeser ke modern wok. Ada  pula tikar pandan yang kini sudah sedikit beredar di pasaran, tergantikan oleh modern mat yang memiliki motif jauh beraneka ragam dan dianggap lebih menarik maupun praktis.
Sebenarnya masih banyak lagi pergeseran minat, dari yang semula bernuansa tradisional menjadi lebih “modern”. Apa ya sebenarnya kategori suatu barang sehingga bisa dikatakan lebih modern ataupun lebih mengikuti perkembangan jaman? Karena bahan bakunya lebih terbarukan? Atau mungkin lebih tampil elegan? Lebih praktis begitu?