Kamis, 19 Juni 2014

Wisata Kuliner di Cafe Tiga Tjeret Solo

Halo, balik lagi pamer tentang jalan-jalan di Solo kemaren *yang ngga ikut silahkan nangis guling-guling :p

Setelah berkeliling ria melintasi area Kampung Batik Laweyan, akhirnya trip ini kita lanjutkan ke destinasi terakhir yaitu wisata kuliner di Toko oleh-oleh Jl.Kalilarangan yang terkenal dengan Abon Mesran dengan cita rasa manis dan manis pedas, yang merupakan referensi dari Pak Bondan  Haryo Winarno atau dikenal dengan nama Pak Bondan seorang pengamat kuliner Indonesia. Pak Bondan sempet ngetwit juga lho tentang abon Mesran inih.
“Miturut saya,lbh enak abon Mesran di Kalilarangan.”@ tentang Solo : Sip lah bro ! RT.

Setelah puas berbelanja, mana yang harus dibawa pulang untuk oleh-oleh, perjalanan yang harusnya diteruskan di mangkunegaran, akhirnya diputuskan oleh panitia untuk dibatalkan karena hari sudah menjelang maghrib. Kesepakatan bersama akhirnya perjalanan diteruskan ke Cafe Tiga Tjeret sebagai destinasi terakhir.


Cafe Tiga Tjeret terletak di Zona E di sekitar Mangkunegaran. Cafe ini berkonsep wedangan hadir memeriahkan Solo sejak November 2012 lalu. Namanya Tiga Tjeret Old Time Café. Nama tiga tjeret mengacu pada konsep wedangan khas Solo yang biasanya memiliki 3 buah ceret berdempetan di atas kompor.

Meskipun konsepnya cafe, banyak menu-menu khas wedangan seperti nasi bandeng, nasi oseng, nasi terik, nasi ayam lada hitam, nasi usus hingga nasi teri. Semua terbungkus mungil dalam daun pisang dan supaya rasa lebih mantap, nasi bisa dibakar terlebih dulu.

Sementara lauk-pauknya juga tidak kalah ramai seperti botok telur asin, ceker ayam, perkedel, sate ayam, sate kikil, telur dadar, tempe mendoan, ayam lada hitam, hingga pepes ayam dan ikan, semuanya jika dibakar terlebih dahulu akan terasa nikmat.

Sebagai tempat wedangan, sudah pasti aneka wedang juga siap terhidang,misalnya Wedang 3 Tjeret yang jadi andalan merupakan kombinasi jahe, gula merah, kencur, hingga jeruk jadi ramuan spesial untuk minuman ini. Wedang spesial ini memiliki dua pilihan, yaitu tersaji dalam mug, atau pitcher yang refillable dan masih banyak variant wedang yang bisa dicoba, seperti wedang djahe ketjik, wedang bandreque, wedang cokelat jahe, wedang beras kencur, hingga wedang jeruk tape.

Selain wedang hangat, café ini juga punya es puter spesial dengan rasa yang berganti-ganti. Salah satunya es puter durian yang mantap dan kental. Cafe 2 lantai ini menggunakan konsep minimalis namun unik dan jika diperhatikan ornament yang terpasang banyak menggunakan barang bekas.. Dan unik lagi untuk mencuci tangan, cafe ini memanfaatkan ceret aluminium sebagai kerannya.

Karena destinasi terakhir, maka cafe ini juga kami jadikan sebagai tempat untuk istirahat melepas kegiatan sehari Trip IIDN juga sebagai tempat beribadah sholat maghrib.



tempatnya kereen

banyak pilihan

serasa pengen ngembat semua deeh


tulisan dan foto: Dian Kusuma Jumhan


5 komentar:

  1. Baru tahu kalau ada es puternya :)

    BalasHapus
  2. gyaa ngga ciba es puteeer...

    BalasHapus
  3. Wah nanti pas mudik harus nyempetin mampir nih, makanannya tampak menggiurkan.
    Salam kenal ^_^

    BalasHapus
  4. wah bikin ngiler aja abon mesran-nya. pengen coba pedesnya kayak apa

    BalasHapus