Tampilkan postingan dengan label Publikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Publikasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2015

IIDN Semarang di Suara Merdeka Minggu! :)

Ahamdulillah, 

IIDN Semarang nongol di rubrik Rileks Harian Suara Merdeka edisi Minggu 11 Januari 2015.
Terima kasih kepada Redaksi Suara Merdeka atas kesempatannya. 
Juga terima kasih untuk Mbak Ike Purwaningsih yang sudah menuliskan artikel IIDN Semarang.

Isi artikel ini mengulas tentang kiprah komunitas Ibu-Ibu Doyan Semarang dalam menyebarkan virus menulis dan berkarya. Bagaimana sebuah komunitas, tak hanya tempat untuk mencari informasi tentang tulis-menulis, tetapi wadah untuk saling menyemangati diantara anggota untuk berkarya. Yang melahirkan persahabatan dan keakraban diantara anggotanya.
 
Semoga virus menulis makin tersebar di Jawa Tengah yaa.
Semoga para perempuan Indonesia makin semangat berkarya lewat tulisan, aamiin!

Kita bisa!
Apa target menulismu tahun 2015? kerjakan! :)

Intip artikel terkait:
Uniek Kaswarganti

Photo Courtesy of Aan Wulandari

Rabu, 02 Juli 2014

IIDN Semarang Masak Bareng Bu Sisca

Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Begitulah yang saya rasakan setelah gabung di IIDN Semarang. Ingat postingan saya di blog yang berjudul "IIDN Semarang: Belajar Nulis, Belajar Tampil"? Habis itu kita tampil lagi doong, dengan jangkauan yang lebih luas yaitu di B Channel. TV bo.. TV..*dadah-dadah ke pemirsa #ndeso. Eh sekarang TV itu udah ganti namanya jadi Rajawali TV.

Bukan sekedar tampil, kita sambil belajar masak. Eh emang ada gitu anggota IIDN yang gape masak? Buanyaak. Tapi, kali itu kita belajar masak bareng Bu Sisca. Iya Bu Sisca yang sering tampil di tipi dari jaman saya masih SD ituu.

Kalo pada bilang no pict = hoax, tenang aja, sevideo-videonya saya kasih nih, hihihi

Minggu, 16 Maret 2014

IIDN Semarang: Belajar Menulis, Belajar Tampil

Kalau dihadapkan pertanyaan, "Apa yang menjadi motivasimu bergabung dengan IIDN Semarang." Sebagian besar tentu akan menjawab untuk belajar nulis, namanya juga ibu-ibu doyan nulis, masak iya belajar njahit, ya meskipun banyak juga sih ibu-ibu di sini yang pinter njahit. Tapi kalo saya, selain belajar nulis, IIDN Semarang membuat saya belajar tampil. Kepercayaan diri saya semakin diasah, selain PD nulis, saya jadi lebih PD tampil di muka umum, malah ketagihan. Ngga heran dah kalo ada yang bilang IIDN selain doyan nulis juga singkatan dari ibu-ibu doyan narsis hehe..

Semenjak gabung di IIDN Semarang saya sudah beberapa kali diajak untuk tampil. Pernah di TV lokal, radio, juga surat kabar (dokumentasi bisa dilihat di sini). Yang terbaru kemarin tanggal 8 Maret 2014. Bersama mbak Hidayah Sulistyowati, saya mempresentasikan IIDN Semarang di acara Telkomsel Community.

Kami diberi waktu sekitar 10 menit. Ada MC yang bertanya tentang IIDN Semarang dan kami menjelaskan. Blog IIDN juga ditampilkan di sana lho. Untung blognya rajin diisi dan tampilannya cantik ya.. hahaha ayo.. ayooo pada rajin kirim tulisan ke blog IIDN yuuuk.

Kamis, 26 September 2013

Menularkan Virus Menulis Bagi Perempuan Semarang

Tulisan tentang IIDN Semarang ini dimuat di www.liputan6.com, monggo disimak :)


Citizen6, Semarang: 


Jika Anda melihat para ibu muda cekikikan di sudut rumah makan atau kafe di Semarang, jangan salah mengira kalau mereka sedang bergosip. Siapa tahu, mereka adalah anggota grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang yang sedang Kopi Darat (kopdar) bulanan.

Selasa, 24 September 2013

Dari Bedah Buku Mesir Suatu Waktu, Yuk Menulis Memoar!

Dear IIDNers,

Alhamdulillah, Jumat tanggal  13 September, saya bisa menghadiri acara bedah buku Mesir Suatu Waktu, karya Mbak Dian Nafi dan adiknya, Rabiah Adwiyah di Gramedia Pandanaran Semarang.  Kedua penulis asal Demak ini nampak segar dan cantik dengan setelan birunya. 

Sayangnya, saya datang agak terlambat. Buku Mesir Suatu Waktu ini adalah buku memoar atau pengalaman ketika adik mbak Dian, Rabiah berkuliah di Al Azhar, Mesir jurusan Syariah Islamiyah dan lulus tahun 2011. Rabiah berhasil mencapai impiannya yang juga cita-cita sang ayah, ingin kuliah di Mesir. 

Ditulis bersama sang kakak yang penulis kawakan, buku ini terasa asyik dibaca. Oh iya, buku ini memenangkan PSA Award, ajang pencarian naskah yang diselenggaraka oleh Penerbit Grasindo, Jakarta. Keren ya.

Di sore cerah itu, Rabiah membagikan pengalamannya mengapa ia menulis memoir itu. Tak sekedar menceritakan kisah berkuliahnya, tapi ia sedang di Mesir ketika kerusuhan di Mesir pecah. Hal itulah yang ia ingin bagikan dengan pembaca. 

Bagaimana ia dan teman-temannya mengalami ketegangan dan ketakutan saat bahaya mengancam.  Bagaimana ketegaran seorang Rabiah yang mendahulukan teman-temannya yang ketakutan untuk pulang ke tanah air. 

Pengalaman itulah yang mengilhami Mbak Dian untuk membujuk adiknya agar menuangkannya dalam sebuah memoar. Tantangan yang awalnya membuat Rabiah ragu. Ia merasa belum percaya diri menulis memoar. Dengan berduet dengan sang kakak, sempat mandeg penulisannya, akhirnya proyek memoar ini sampai ke tangan para pembaca.  

Mbak Dian juga memberikan tips bagaimana menulis memoar. Kata beliau, harus ada sesuatu yang bisa dipetik pembaca. Ada hal spesial. Kalau hanya menulis pengalaman kuliah di Al Azhar, banyak orang Indonesia yang kuliah disana.  Atau berguru di Tibet,  memang itu tujuan orang kesana. Atau perjalanan ke Paris, Thailand, dll, semua bisa mengalaminya.  Harus ada suatu kejadian atau pengalaman yang menginspirasi. 

Sekilas tentang Mbak Dian nafi, beliau lulusan arsitektur Undip, pemilik Hasfa Publishing, beliau sangat produktif juga aktif mengisi berbagai acara penulisan di Jateng. Perempuan lincah ini memiliki dua anak. Dan masih terus dan terus berkarya IIDN Semarang beruntung punya Mbak Dian Nafi deh pokoke :)  

Kembali ke buku Mesir Suatu Waktu, 
Buku ini tidak tebal, hanya sekitar 122 halaman, tapi cukup padat, ada tips perjalanan ke Mesir juga foto-foto pemandangan dan lanskap Mesir yang indah memesona. Beberapa peserta nampak antusias untuk bertanya. Ingin mengetahui tips menulis memoir, dan sebagainya. 

Selesai acara, anggota IIDN Semarang meminta tanda tangan dan berfoto bersama ehm, seperti biasa narsis akut hihi, bersama para penulis. Acara bedah buku seperti ini juga dijadikan ajang kopdar anggota IIDN Semarang untuk melepas kangen, ehem. 

Jadi, kalau IIDNers yang masih newbie di grup, jangan malu-malu untuk datang kopdar atau acara seperti ini. Kita baik-baik kok, nggak menggigit, suwer hihihi. Ditunggu kehadirannya ya IIDNers, kita berh-haha hihi sambil bertukar informasi dan cerita. 

 Selamat ya mbak Dian dan Rabiah, bukunya keren dan inspiratif. Bikin aku ingin kuliah lagii..:) 
Mari Berkarya!

Dewi Dedew Rieka 
Korwil IIDN Semarang 

Senin, 28 Januari 2013

IIDN Semarang Narsis di TVKU

oleh : Dewi Rieka
sumber : http://dedewdanbuku.blogspot.com/2013/01/iidn-semarang-narsis-di-tvku.html


Dear Temans,

Alhamdulillah, bisa onlen lagi setelah beberapa hari sok rempong, hehe. Buka laptop berarti lanjut kerjain ini itu yang numpuk hihi mulai dari naskah mpe jualan buku. Naskahku kudu dilanjutin lagi, jangan sampe bulukan! Mau cerita tentang IIDN Semarang mejeng di TV nih. Hihi. Alhamdulillah, setelah pernah nongol di media cetak, IIDN Semarang diberi kesempatan untuk eksis di TV.

Kami diundang oleh pihak TVKU Semarang, televisi lokal milik Universitas Dian Nuswantoro. Kami bakal muncul di acara It's TVKU Time sebuah acara interaktif yang tayang langsung tiap hari Jumat pukul 14.00. Acara ini memang khusus membahas komunitas, budayawan, penulis dari Semarang. Wow, excited juga kami berempat karena ini pengalaman pertama kami masup tipi. Kalo ngelap kaca tipi sih kerjaan sehari-hari, kekekekk...