Sabtu, 24 Febuari 2024
Di Kopi Bento Tembalang
Writing for Healing (sekaligus ultah Gandjel Rel ke-9)
Tampilkan postingan dengan label KopDar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KopDar. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 Februari 2024
Selasa, 24 Maret 2015
“Accidentaly” Meet Up with Gradien Mediatama
Rabu, 02 Juli 2014
IIDN Semarang Masak Bareng Bu Sisca
Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Begitulah yang saya rasakan setelah gabung di IIDN Semarang. Ingat postingan saya di blog yang berjudul "IIDN Semarang: Belajar Nulis, Belajar Tampil"? Habis itu kita tampil lagi doong, dengan jangkauan yang lebih luas yaitu di B Channel. TV bo.. TV..*dadah-dadah ke pemirsa #ndeso. Eh sekarang TV itu udah ganti namanya jadi Rajawali TV.
Bukan sekedar tampil, kita sambil belajar masak. Eh emang ada gitu anggota IIDN yang gape masak? Buanyaak. Tapi, kali itu kita belajar masak bareng Bu Sisca. Iya Bu Sisca yang sering tampil di tipi dari jaman saya masih SD ituu.
Kalo pada bilang no pict = hoax, tenang aja, sevideo-videonya saya kasih nih, hihihi
Kamis, 26 Juni 2014
Kopdar Seru dengan Kru Penerbit Kaki Langit Kencana
Dear Temans,
Alhamdulillah,
hari Kamis (19/06), IIDN Semarang berkesempatan bertemu kru Penerbit
Kaki Langit Kencana, Grup Penerbitan Prenada. Awalnya, Mbak Iffah
Hannah, editor cantik Penerbit yang berpusat di Jakarta ini menghubungi
BBM dakuw. Kenalan, hehe. Ia dan kru Kaki Langit sedang road show Jateng
antara lain ke Kendal, Semarang, Salatiga dan Magelang, untuk bertemu
dan bersilaturahim dengan para penulis Kaki Langit Kencana.
Tak disangka, Mbak Iffa mengajak IIDN Semarang untuk kopdar. Yeaay!
Tahu
kan, member IIDN Semarang tuh hobinya apa selain nulis? Yak, kopdar!
Hihi. Apalagi jika kopdarnya dengan penerbit. Lebih excited lagi dong.
Pengen tahu gimana sih Kaki Langit? Siapa tahu bisa kolaborasi atau
kirim-kirim naskah? :)
Jadilah, kami janjian di Lombok Ijo, Banyumanik.
Mbak
Iffah dan rombongan ada acara di sekitar Banyumanik, bertemu penulis.
Kami sepakati pukul 11.00, untunglah Mbak Iffah oke. Sebelumnya agak
ragu karena mereka akan berangkat ke Gunung Pati bersilaturahim dengan
Abah Luthfi, yang juga menulis untuk Kaki Langit.
Senin, 23 Juni 2014
Berburu Kuliner di Pesta Kuliner BCA
Minggu kemarin lumayan banyak agenda seru di Semarang, salah satunya pesta "Gebyar Tahapan BCA Pesta Kuliner 2014" yang diselenggarakan tanggal 21-22 Juni.
Yang tambah semangat untuk ikutan acaranya, karena ada undangan khusus blogger untuk mendapatkan voucher "All You Can It" dengan cara mendaftar terlebih dahulu. Artinya makan-makan GRATISSS. Asyiknyaa jadi blogger :)
Sayang voucher ini ternyata terbatas, anggota IIDN Semarang yang dapet cuma mak Dedew sang ibu korwil *nangis gulung-gulung kemudian melipir ke warteg bareng taroo hohoho.
Yah meskipun tidak mendapatkan voucher, tak menyurutkan langkahku untuk tetap pergi ke acara pesta kuliner BCA, paling ngga bisa masuk area Lawang Sewu gratis lah numpang kopdar hahaha.
Label:
Event,
Jalan-jalan,
KopDar,
pesta kuliner bca
Kamis, 19 Juni 2014
Wisata Kuliner di Cafe Tiga Tjeret Solo
Halo, balik lagi pamer tentang jalan-jalan di Solo kemaren *yang ngga ikut silahkan nangis guling-guling :p
Setelah
berkeliling ria melintasi area Kampung Batik Laweyan, akhirnya trip ini kita
lanjutkan ke destinasi terakhir yaitu wisata kuliner di Toko oleh-oleh Jl.Kalilarangan yang terkenal dengan Abon Mesran dengan cita rasa manis dan manis pedas,
yang merupakan referensi dari Pak Bondan Haryo Winarno atau dikenal dengan nama Pak
Bondan seorang pengamat kuliner Indonesia. Pak Bondan sempet ngetwit juga lho tentang abon Mesran inih.
“Miturut saya,lbh
enak abon Mesran di Kalilarangan.”@ tentang Solo : Sip lah bro ! RT.
Setelah puas berbelanja, mana yang harus dibawa pulang untuk oleh-oleh, perjalanan yang harusnya diteruskan di mangkunegaran, akhirnya
diputuskan oleh panitia untuk dibatalkan karena hari sudah menjelang maghrib.
Kesepakatan bersama akhirnya perjalanan diteruskan ke Cafe Tiga Tjeret sebagai
destinasi terakhir.
Label:
abon mesran,
Cafe Tiga Tjeret,
Event,
Jalan-jalan,
KopDar,
oleh-oleh khas solo,
toko orion,
wisata kuliner solo
Sabtu, 14 Juni 2014
Jalan-jalan ke Kampung Batik Laweyan
Setelah penerbit Tiga Serangkai, IIDN Semarang jalan-jalan ke kampung batik Laweyan.
Kampung batik Laweyan adalah salah satu daerah wisata yang sengaja
disediakan oleh pemerintah Kota Solo untuk mengundang para wisatawan asing dan
domestik melihat-lihat Batik.
Kampung Batik Laweyan diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang
Tahun 1546 M dan merupakan kawasan sentra Batik di Kota Solo yang sempat meraih
kejayaannya pada Tahun 1970.
Kampoeng Batik Laweyan merupakan suatu kelurahan yang luas wilayahnya 24.83
ha dengan penduduk sekitar 2500 jiwa yang terdiri dari 3 blok.Di dalam kampung
Batik tersebut, terdapat ratusan pengrajin Batik yang menjual berbagai motif,
seperti Tirto Tejo dan Truntum. Selain batik, Kampung Batik Laweyan juga
menyimpan kekayaan arsitektur Jawa kuno.Eksistensi para pengusaha batik/juragan
Laweyan sangat terkenal terutama pada jaman keemasan era KH Samanhudi sekitar
tahun 1911.
Kamis, 05 Juni 2014
Field Trip ke Tiga Serangkai: Melihat Proses Pembuatan Buku Secara Utuh
Seumur-umur jadi penulis dan penyunting lepas, saya belum
pernah mengunjungi kantor penerbitan. Beberapa komunitas penulis, sih, beberapa
kali mengadakan kunjungan. Namun, seringnya di Jakarta dan bandung. Nah, orang
Semarang tuh kesempatannya jaraaang banget. Padahal, Semarang, kan, dekat
dengan Yogya (silakan browsing dan
hitung sendiri ada berapa penerbit di Yogya?).
Senang sekali ketika ada kesempatan untuk pergi ke Tiga
Serangkai, Solo, bersama komunitas EEDAN (Emak-Emak Doyan Narsis). Ups! Maksud
saya Ibu-Ibu Doyan Nulis alias IIDN. Dan … boleh bawa anak! Yeay! Piknik
Semarang-Solo pasti seharian, kan? Kalau enggak bisa bawa anak, anak saya mau
dititipin siapa?
Senangnya lagi, meeting
point (MP) awal mau berangkat ke Solo ada dua (Saya, dong, yang ngusulin
:d) Mengingat Semarang terbagi jadi dua daerah, kalau hanya satu MP kasihan
para peserta. MP pertama di masjid Baiturrahman, dan ke dua di Ngesrep, rumah
salah satu emak anggota IIDN.
Sebenarnya, sih, jadwal berangkat dari MP 1 adalah pukul
06.00. Peserta udah tepat banget datangnya, lho! Salut atas ketidakngaretannya.
Lanjutkan! Sayangnya, si awak bus yang njelehi. Molor. Akhirnya, baru bisa
jalan pukul 06.40 :p
Label:
Event,
Field Trip ke Tiga Serangkai,
Jalan-jalan,
KopDar,
Kopdar Penerbit,
KUnjungn ke Penerbit,
Proses Pembuatan Buku
Sabtu, 31 Mei 2014
One Day Trip to Solo - Behind The Scene
Cerita Heboh Panitia Rempong
“One Day Trip to Solo”. Itulah judul yang dipilih untuk menamai kegiatan IIDN Semarang melakukan kunjungan ke penerbit Tiga Serangkai dilanjut jalan-jalan dan kuliner-an.
Kegiatan ini sudah digaungkan beberapa bulan sebelum Milad ke-4 IIDN yang bertepatan tanggal 23 Mei 2014.
Beruntung, bulan Mei berderet tanggal merah. Namun, tetep saja, kami tak bisa jalan-jalan di hari libur tersebut. Alasannya? Yup! Tiga Serangkai juga libur, dong! Haha. Alhasil, pilihlah kami pada hari kecepit, hari setelah anak kelas enam US, saat belum test, dan hari yang memungkin para ibu kantoran bisa bolos :p. Terpilihlah tanggal 28 Mei.
Panitia rumpi dibentuk untuk menggodhog lebih lanjut acara ini. Beruntung banget ada Mak Winda, si Putri Solo, yang akhirnya mengusulkan aneka tempat yang layak dikunjungi. Itinenary detail juga dibuatkan olehnya. Rezeki bentuk lain muncul lagi. Mak Archa Bella punya kenalan yang bisa ngasih bus dengan harga sewa miring. Yey! Penting banget, tuh! Demi meminimalkan biaya dengan tetapmeraup keuntungan sebesar-besarnya. Ups! Becanda. Ciyus. Panitia enggak ambil untung, kok! Kalaupun untung, semua masuk kas IIDN. Percaya, deh!
Taro, sang bendahara pun menyusun anggaran. Dan ... disepakatilah sejumlah rupiah sebagai ganti bus, makan (snack, minum, dan makan siang), dan pernik-pernik lainnya.
Setelah fix, digulirkanlah semua ini di grup. Alhamdulillah, sampai batas akhir pendaftaran, peminat sudah cukup membuat kami berani pesan mini bus dengan kapasitas penumang 30 orang. (Target sebenarnya 50 orang dan berangkat pakai bus besar. Walaupun tak tercapai, tapi tetep bersyukur, dong!)
Rumpi online di grup khusus panitia rupanya tak cukup. Musti tatap muka untuk membahas semua ini! Rapat pertama diselenggarakan di rumah salah satu panitia (Saya gitu :P). Pesertanya ada …. empat biji! Aku, Taro, Wuri, dan Mak Uniek. Biar cuma berempat, tetap seru. Biar banyak rumpi dan omongan di luar agenda rapat, namun kopdar itu bisa menghasilkan: pesan MMT, plakat, dan … karena harga bus masih bisa ditawar, akhirnya dana kita alokasikan untuk membeli souvenir cantik.
![]() |
| MMT kiyut imut kayak korwilnya :) |
Eh! Salah! Niat awalnya enggak gitu, ding! Jadi ... saat memilih-milih plakat yang bentuknya unik, lucu, menggemaskan, kami kepincut juga dengan pin dan gantungan kunci yang imuuut. Namun, dana tak memungkinkan untuk beli keduanya. Akhirnya berdasarkan asas manfaat, pilihan pun jatuh pada gantungan kunci!
Belum puas sekali kopdar, para emak rempong ini pun bikin-bikin alasan untukrapat off line ke dua! Acaranya diadakan di @Home Hotel! Weih? Pada rapat sampai nginep? Santai ... enggak memanfaatkan dana peserta, kok! Cukup nebeng di Tongji aja, pun bayarsendiri-sendiri, lho! Xixi. Pesertanya adalah MakKetua Dewi Rieka, bendahara Taro, Sekretaris Wuri, dan panitia rempong lain yaitu Mak Uniek dan Mak Inung :p
Yesh! Rapat kedua pun menghasilkan itinenary utuh seperti ini yang segera diluncurkan di grup
Itinerary One Day Trip Solo
06.00: Bis berangkat dari meeting point 1 Mesjid Baiturrahman
06.30: Bis berangkat dari meeting point 2: Rumah Fenty Arifianti Ngesrep
06.45-09.30: Perjalanan ke Solo
09.30-12.00: Wisata Buku di Penerbit Tiga Serangkai
12.00-12.30: Ishoma di Tiga Serangkai
12.30-13.00: Perjalanan ke Kampung Batik Laweyan
13.00-15.00: Wisata Kampung Laweyan
15.00-15.30: Perjalanan ke Prangwedanan Mangkunegaran
15.30-17.30: Ngariung di Mangkunegaran, nonton latihan tari di salah satu pendopo
(Alternatif lain bila waktu melenceng dari jadwal: Belanja oleh-oleh lalu ke Mesjid Agung di Alun-Alun Utara)
18.00: Shalat Maghrib dan makan di Galabo, pujasera depan PGS
19.30: Balik Semarang
Apakah semua sesuai jadwal? Tunggu liputan berikutnya, ya :d
****
Liputan oleh salah satu tim rempong: Aan Diha
Jumat, 07 Februari 2014
Kopdar Bareng Founder Komunitas IIDN
Alhamdulillah,
Minggu lalu, 2 Febuari 2014, IIDN Semarang berhasil kopdar dengan founder Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN),
Indari Mastuti a.k.a Teh Iin. Walaupun sempat ada kendala hingga terpaksa
mengundurkan jam kopdar. Semarang yang dua hari sebelumnya agak cerah, seketika
hujan tiada henti semenjak malam sebelum hari H. Tetapi, salut dengan semangat emak-embak
yang datang. Mulai menerjang banjir, kedinginan hujan-hujanan, sampai ada yang nge-bis
dari Temanggung dan Banyumas *sodorin jempol
terasi. Kopdar pun berlangsung seru, pada curhat tentang menulis, ketawa
tiada henti, backsound suara balita, dan…
futu-futu tentunya.
Kamis, 16 Januari 2014
Sharing Bersama Fitria Chakrawati
Oleh: Hapsari Adinungrum
[Kopdar tanggal 22 Desember 2013
di Rumah mbak Rahmi Aziza- Perum Sendang Mulyo].
Untuk kopdar hari ini mbak
Fita tidak menyiapkan materi khusus, maka diisi dengan sharing tanya jawab.
Pertanyaan 1
Fenny : Apakah pernah kerjasama dengan agensi naskah, khususnya ke
Indscript?
Fita : tahun 2009,
mengirimkan naskah ke agensi dan diterima. Naskah tentang Entrepeneur Muslim.
Dari 12 naskah yang masuk, diterima dan diterbitkan 5 naskah. Sedangkan sisanya
( 7 naskah) di buat cerpen anak, dengan bahan yang sudah ada di buat cerita
yang lebih panjang. Jika melalui agensi setelah tiga bulan tidak ada kabar,
bisa dilepas dan ditawarkan ke penerbit lain. Pengalaman mbak Fenny, pernah
memasukkan naskah (sudah berupa buku) di awal tahun 2013, naskah di terima dan
ada penerbit yang tertarik dan diminta untuk revisi. Setelah revisi tidak ada kabar lebih
lanjut. Tips dari mbak Fita ; Cari penerbit yang sudah punya nama/ penerbit
besar untuk keamanan naskah kita. Mbak Fita biasa memasukkan naskah ke ; Grup gramedia,
tiga serangkai dan mizan.
Jumat, 06 Desember 2013
Blogger Nusantara 2013 : Jejak Istimewa di Jogja
Jum’at,
29 November 2013
Bismillah,
sebelum mulai sharing apa yang kami (emak-emak IIDN Semarang) dapatkan saat
mengikuti ajang keren kopdar Blogger Nusantara (BN) 2013, izinkan saya
bernostalgia sebentar.
Waktu itu (pembukaan yang super klise), tanggal dan
jamnya lupa, ada woro-woro dari Mak Rahmi Aziza (kalau nggak salah ye) tentang
pendaftaran BN 2013. Komentar di bawahnya pun mengular, salah satunya dari Mak
Uniek yang ternyata sudah berhasil mendaftar dan beberapa emak yang lain.
Sebelum memutuskan untuk join, saya buka dulu aja web-nya. Ber-Ooo-ria saat
tahu kalau kopdar ini berlangsung tahunan dan udah ada sejak 2011. Baca dulu
semua ketentuannya dan segala pernak-perniknya. Langsung ambil buku harian,
nyatet tanggal pelaksanaan BN 2013. Huaaa, mupeng ikut but kudu izin dulu sama
suami. Kan ridho Allah ada pada ridho suami *teteup!
Kamis, 14 November 2013
IIDN Semarang Kuliah di #KampusFiksiRoadshowSemarang
By. @famysa
Ramai sekali. Kesanku saat datang ke
Gedung Wanita pada hari Minggu, 10 November 2013 kemarin. Mungkin pengunjung
lain pun memiliki kesan yang sama denganku. Parkiran penuh, gedung sebelah pun
dipadati oleh manusia, lantai satu Gedung Wanita sesak oleh para books
hunters, lantai dua penuh oleh pengantar dan peserta lomba mewarnai.
Celingak-celinguk. Dimanakah lokasi
kuliah #KampusFiksi? Dan ooh ternyata di tenda
yang cukup besar di depan panggung. Kukira bakal di ruang ber-AC seperti ketika
aku kuliah biasa. Hihihi
Jumat, 11 Oktober 2013
Kunjungan IIDN Semarang ke tabloid Cempaka
Oleh: Aditya Meilia
[09 Oktober 2013] Siang itu kira-kira pukul 10.30 WIB IIDN kopdar lagi setelah lima hari yang lalu sharing dengan para editor Tiga Serangkai. Disambut Mbak Unik sang redaktur mode kami digiring ke meja eksekusi. Meja persegi panjang yang biasa digunakan untuk rapat dan mengambil keputusan. Acara dimoderatori oleh Mas Thalhah, kartunis, merangkap korlip serta direktur do’a, hihihi. Pembawaannya memang adem dan terlihat begitu religius *ustadz mode on :p
Acara intinya tentu dipimpin yang mbaureksa*opoh ikih, yaitu Mas Rukardi sebagai pemimpin redaksi. Beliau memperkenalkan para redaktur-redaktur halaman. Mbak Unik Agung Mumpuni bertugas mengisi halaman mode, Mbak Intan sebagai redaktur kuliner, Bu Ari yang menangani perduitan dalam rumah tangga dan Mas Abdullah Ibnu Thalhah, kartunis yang membuat tulisan-tulisan di tabloid Cempaka makin semarak dengan ilustrasi-ilustrasinya yang ciamik.
[09 Oktober 2013] Siang itu kira-kira pukul 10.30 WIB IIDN kopdar lagi setelah lima hari yang lalu sharing dengan para editor Tiga Serangkai. Disambut Mbak Unik sang redaktur mode kami digiring ke meja eksekusi. Meja persegi panjang yang biasa digunakan untuk rapat dan mengambil keputusan. Acara dimoderatori oleh Mas Thalhah, kartunis, merangkap korlip serta direktur do’a, hihihi. Pembawaannya memang adem dan terlihat begitu religius *ustadz mode on :p
Acara intinya tentu dipimpin yang mbaureksa*opoh ikih, yaitu Mas Rukardi sebagai pemimpin redaksi. Beliau memperkenalkan para redaktur-redaktur halaman. Mbak Unik Agung Mumpuni bertugas mengisi halaman mode, Mbak Intan sebagai redaktur kuliner, Bu Ari yang menangani perduitan dalam rumah tangga dan Mas Abdullah Ibnu Thalhah, kartunis yang membuat tulisan-tulisan di tabloid Cempaka makin semarak dengan ilustrasi-ilustrasinya yang ciamik.
Cerita lucu dan seru IIDN SEMARANG dengan Tiga Serangkai Solo
Oleh: Dian Kusuma Damayanti
Siang itu, tanggal 3 Oktober 2013, di tengah terik matahari yang panas
sekitar pukul 12.00 WIB acara undangan dari Tiga Serangkai (TS) Solo digelar di
Warung Leko, Jl. Gajah Mada No. 67 Semarang, yang sekaligus acara KopDar
Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang.
Sekitar pukul 12.10 wib aku sudah berada di lokasi dan langsung menuju pintu
yang bertuliskan "PUSH" yang pasti artinya "Tekan" supaya
kita bisa masuk ke ruangan dan ternyata di dalam belum begitu ramai dan
terlihat beberapa orang saja, hanya sekilas aku memperhatikan ada sekelompok
ibu-ibu di pojok sebelah kanan, namun tidak dapat memastikan siapakah mereka
karena tidak jelas. Sambil mendekati meja informasi, aku bertanya,"Mbak,
boleh tanya klau undangan dari IIDN dimana ya ?,
seorang waiters menjawab,"belum
ada reservasi mbak", aku balik menjawab,"oh gitu, oke saya tunggu.
Kamis, 10 Oktober 2013
2 Jam Bersama Redaktur Cempaka
Pucuk dicinta ulam tiba, itulah peribahasa yang kiranya pantas sekali mewakili keinginan para anggota Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang untuk berkunjung ke kantor redaksi media cetak. Telah hampir dua tahun berlalu sejak pertama kali tercetus keinginan untuk masuk ke ruang redaksi Suara Merdeka. Kala itu sudah ancang-ancang hendak mengirimkan proposal kunjungan ke harian tersebut.
Namun berkaitan dengan 'kesibukan' luar biasa dari para ibu dan nona yang tergabung dalam IIDN, keinginan untuk 'berwisata ilmu' itu belum kunjung terwujud. Kesempatan datang justru pada saat yang tak terduga. Tanggal 21 September 2013, IIDN janji jumpa dengan 2 orang redaktur Tabloid Cempaka, mba Unik Agung dan mba Intan Esty.
Selasa, 24 September 2013
Dari Bedah Buku Mesir Suatu Waktu, Yuk Menulis Memoar!
Dear IIDNers,
Alhamdulillah, Jumat
tanggal 13 September, saya bisa menghadiri acara bedah buku Mesir Suatu
Waktu, karya Mbak Dian Nafi dan adiknya, Rabiah Adwiyah di Gramedia Pandanaran
Semarang. Kedua penulis asal Demak ini nampak segar dan cantik dengan
setelan birunya.
Sayangnya, saya datang agak
terlambat. Buku Mesir Suatu Waktu ini adalah buku memoar atau pengalaman ketika
adik mbak Dian, Rabiah berkuliah di Al Azhar, Mesir jurusan Syariah Islamiyah
dan lulus tahun 2011. Rabiah berhasil mencapai impiannya yang juga cita-cita
sang ayah, ingin kuliah di Mesir.
Ditulis bersama sang kakak yang
penulis kawakan, buku ini terasa asyik dibaca. Oh iya, buku ini memenangkan PSA
Award, ajang pencarian naskah yang diselenggaraka oleh Penerbit Grasindo,
Jakarta. Keren ya.
Di sore cerah itu, Rabiah
membagikan pengalamannya mengapa ia menulis memoir itu. Tak sekedar
menceritakan kisah berkuliahnya, tapi ia sedang di Mesir ketika kerusuhan di
Mesir pecah. Hal itulah yang ia ingin bagikan dengan pembaca.
Bagaimana ia dan teman-temannya
mengalami ketegangan dan ketakutan saat bahaya mengancam. Bagaimana
ketegaran seorang Rabiah yang mendahulukan teman-temannya yang ketakutan untuk
pulang ke tanah air.
Pengalaman itulah yang
mengilhami Mbak Dian untuk membujuk adiknya agar menuangkannya dalam sebuah
memoar. Tantangan yang awalnya membuat Rabiah ragu. Ia merasa belum percaya
diri menulis memoar. Dengan berduet dengan sang kakak, sempat mandeg penulisannya, akhirnya proyek memoar
ini sampai ke tangan para pembaca.
Mbak Dian juga memberikan tips
bagaimana menulis memoar. Kata beliau, harus ada sesuatu yang bisa dipetik
pembaca. Ada hal spesial. Kalau hanya menulis pengalaman kuliah di Al Azhar,
banyak orang Indonesia yang kuliah disana. Atau berguru di Tibet,
memang itu tujuan orang kesana. Atau perjalanan ke Paris, Thailand, dll, semua
bisa mengalaminya. Harus ada suatu kejadian atau pengalaman yang
menginspirasi.
Sekilas tentang Mbak Dian nafi,
beliau lulusan arsitektur Undip, pemilik Hasfa Publishing, beliau sangat
produktif juga aktif mengisi berbagai acara penulisan di Jateng. Perempuan
lincah ini memiliki dua anak. Dan masih terus dan terus berkarya IIDN Semarang
beruntung punya Mbak Dian Nafi deh pokoke :)
Kembali ke buku Mesir Suatu Waktu,
Buku ini tidak tebal, hanya
sekitar 122 halaman, tapi cukup padat, ada tips perjalanan ke Mesir juga
foto-foto pemandangan dan lanskap Mesir yang indah memesona. Beberapa peserta
nampak antusias untuk bertanya. Ingin mengetahui tips menulis memoir, dan sebagainya.
Selesai acara, anggota IIDN
Semarang meminta tanda tangan dan berfoto bersama ehm, seperti biasa narsis
akut hihi, bersama para penulis. Acara bedah buku seperti ini juga dijadikan
ajang kopdar anggota IIDN Semarang untuk melepas kangen, ehem.
Jadi, kalau IIDNers yang masih
newbie di grup, jangan malu-malu untuk datang kopdar atau acara seperti ini.
Kita baik-baik kok, nggak menggigit, suwer hihihi. Ditunggu kehadirannya ya
IIDNers, kita berh-haha hihi sambil bertukar informasi dan cerita.
Selamat ya mbak Dian dan
Rabiah, bukunya keren dan inspiratif. Bikin aku ingin kuliah lagii..:)
Mari Berkarya!
Dewi Dedew
Rieka
Korwil
IIDN Semarang
Kamis, 14 Februari 2013
Bedah Buku 101 BISNIS ONLINE YANG PALING LARIS
Oleh: Wuri Nugraeni
Sumber: http://wurinugraeni.wordpress.com/2013/02/10/bedah-buku-101-bisnis-online-yang-paling-laris/
Udah pada tahu buku 101 BISNIS ONLINE YANG PALING LARIS, kaaannn???
*sok populer. Alhamdulillah, sudah berlangsung bedah buku di Semarang
bareng Mbak Dian Nafi (karena tiga penulis lain berdomisili di luar Jawa
Tengah). Begitu banyak respon yang antusias dengan pertumbuhan bisnis
online, hingga tergerak untuk memboyong buku sampai ke kasir *bola mata
berubah jadi dollar $$$. Tidak jarang, diskusi selama acara berlangsung
melebar ke curhat sesama pe-bisnis online. Untung nggak ada yang curhat
soal galau *pyuh.
Ada dua acara bedah buku, yaitu di radio dan di toko buku. Keduanya
memiliki cerita tersendiri bagiku. Paling membuatku bersemu, adalah
reaksi pendengar/peserta yang bersemangat dalam diskusi bisnis online.
Apalagi ini pengalaman pertama berhadapan dengan pembaca/calon pembaca
bukuku. Di satu buku solo dan lima buku antologi sebelumnya, aku hanya
promosi melalui akun jejaring sosial atau mulut ke mulut.
Kali ini, aku
harus satu langkah lebih maju semenjak Mbak Dian Nafi mau menggiring aku
yang masih level pemula. Pas dapat informasi soal dua acara bedah buku,
aku hanya bookmark tanggalan dan mempelajari kembali bukunya. Namun,
ketika kaki sudah menginjak kantor radio dan toko buku, seketika
jantungku justru kebat-kebit, jujur, ada bisikan jahat untuk pulang saja
secepatnya dan membatalkan acaranya. Akhirnya aku bertahan, ngobrol
dulu sama Mbak Dian Nafi sembari menenggelamkan degup jantung yang
menggelora. Dengan penampilan sederhana, wajah tanpa polesan kosmetik
(maklum, kulitku tipe sensitif), denting lonceng mulai acara pun
berdentang… Ting tong… ting tong… ting tong…
SONORA FM SEMARANG
Foto: pemanasan bersama Mas Yuda (penyiar) sebelum on air.
Kamis, 31 Januari 2013
Jumpa Antar Komunitas dalam KOBER (Kopdar Bermutu), undangan dari Loenpia.net
oleh : Uniek Kaswarganti
Malem
Minggu, 27 Januari 2013
Setelah dapet email dari mak Dedew sehari
sebelumnya, hari Sabtu tanggal sesuai tersebut di atas aku siap-siap berangkat
ke El-Blossom Café & Book di Jalan Pandanaran, tepatnya di ‘pengkolan’
Pandanaran-Randusari, sebelah Eka Karya Tailor yang tersohor :). Ada acara apa sih tepatnya? Kasi tau gag
eeaaa? **sok alay begete hehee.....
Rupa-rupanya IIDN dapet undangan nih dari
Loenpia.net untuk mengikuti Kopdar di café tersebut. Jatahnya cuma untuk dua
orang. Maka diutuslah aku dan Wuri untuk menghadirinya. Kebetulan yang diminta
adalah aku, yang deket kota
dan pas bisa hadir. Adapun Wuri yang sudah familier dengan Loenpia.net tentu
saja sudah otomatis jadi duta IIDN. Sek aseeekk… pengalaman pertama nih ikutan
kopdar bareng berbagai komunitas di Semarang.
![]() |
| source : Loenpia.net |
Senin, 28 Januari 2013
Sharing Dunia Jurnalistik bersama Nonie Arnee
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Awal tahun
2013 yang penuh barokah. Seusai direkrut menjadi anggota komunitas IIDN pada
akhir 2012 lalu, saya bisa bersilaturahiim langsung dengan member IIDN alias
Ibu-Ibu Doyan Nulis Kota Semarang pada tanggal 19 Januari 2013 di food court
Paragon.
Mula-mula saya malu bergabung dengan komunitas penulis ini karena rata-rata status anggotanya sudah menikah dan menjadi seorang Ibu. Namun demikian, ada juga anggota yang masih single (ting-ting) dan hadir dalam pertemuan berkesan itu. Jujur, bingung memanggil mereka dengan sebutan apa. Kalau memanggil Ibu juga tak enak hati jika ketuaan. Kalau memanggil mbak, juga sungkan jika tak menghormati. Akhirnya setelah ditanya, mereka lebih suka jika dipanggil dengan mbak-mbak (penulis yang cantik dan sholehah). ^_^
Mula-mula saya malu bergabung dengan komunitas penulis ini karena rata-rata status anggotanya sudah menikah dan menjadi seorang Ibu. Namun demikian, ada juga anggota yang masih single (ting-ting) dan hadir dalam pertemuan berkesan itu. Jujur, bingung memanggil mereka dengan sebutan apa. Kalau memanggil Ibu juga tak enak hati jika ketuaan. Kalau memanggil mbak, juga sungkan jika tak menghormati. Akhirnya setelah ditanya, mereka lebih suka jika dipanggil dengan mbak-mbak (penulis yang cantik dan sholehah). ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)







