Tampilkan postingan dengan label KopDar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KopDar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2024

Kopdar 2024

Sabtu, 24 Febuari 2024
Di Kopi Bento Tembalang
Writing for Healing (sekaligus ultah Gandjel Rel ke-9)

Selasa, 24 Maret 2015

“Accidentaly” Meet Up with Gradien Mediatama



Kadang, sesuatu yang terlalu lama direncanakan, malah nggak jadi-jadi dan jadi sekedar wacana.  Yang spontan justru sering berhasil. Kopdar dengan Gradien adalah bukti nyatanya. 

Rombongan Gradien dari Yogya

Rabu, 02 Juli 2014

IIDN Semarang Masak Bareng Bu Sisca

Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Begitulah yang saya rasakan setelah gabung di IIDN Semarang. Ingat postingan saya di blog yang berjudul "IIDN Semarang: Belajar Nulis, Belajar Tampil"? Habis itu kita tampil lagi doong, dengan jangkauan yang lebih luas yaitu di B Channel. TV bo.. TV..*dadah-dadah ke pemirsa #ndeso. Eh sekarang TV itu udah ganti namanya jadi Rajawali TV.

Bukan sekedar tampil, kita sambil belajar masak. Eh emang ada gitu anggota IIDN yang gape masak? Buanyaak. Tapi, kali itu kita belajar masak bareng Bu Sisca. Iya Bu Sisca yang sering tampil di tipi dari jaman saya masih SD ituu.

Kalo pada bilang no pict = hoax, tenang aja, sevideo-videonya saya kasih nih, hihihi

Kamis, 26 Juni 2014

Kopdar Seru dengan Kru Penerbit Kaki Langit Kencana

Dear Temans,

Alhamdulillah, hari Kamis (19/06), IIDN Semarang berkesempatan bertemu kru Penerbit Kaki Langit Kencana, Grup Penerbitan Prenada. Awalnya, Mbak Iffah Hannah, editor cantik Penerbit yang berpusat di Jakarta ini menghubungi BBM dakuw. Kenalan, hehe. Ia dan kru Kaki Langit sedang road show Jateng antara lain ke Kendal, Semarang, Salatiga dan Magelang, untuk bertemu dan bersilaturahim dengan para penulis Kaki Langit Kencana. 

Tak disangka, Mbak Iffa mengajak IIDN Semarang untuk kopdar. Yeaay!
Tahu kan, member IIDN Semarang tuh hobinya apa selain nulis? Yak, kopdar! Hihi. Apalagi jika kopdarnya dengan penerbit. Lebih excited lagi dong. Pengen tahu gimana sih Kaki Langit? Siapa tahu bisa kolaborasi atau kirim-kirim naskah? :)

Jadilah, kami janjian di Lombok Ijo, Banyumanik.
Mbak Iffah dan rombongan ada acara di sekitar Banyumanik, bertemu penulis. Kami sepakati pukul 11.00, untunglah Mbak Iffah oke. Sebelumnya agak ragu karena mereka akan berangkat ke Gunung Pati bersilaturahim dengan Abah Luthfi, yang juga menulis untuk Kaki Langit.


Senin, 23 Juni 2014

Berburu Kuliner di Pesta Kuliner BCA

Minggu kemarin lumayan banyak agenda seru di Semarang, salah satunya pesta "Gebyar Tahapan BCA Pesta Kuliner 2014" yang diselenggarakan tanggal 21-22 Juni.

Yang tambah semangat untuk ikutan acaranya, karena ada undangan khusus blogger untuk mendapatkan voucher "All You Can It" dengan cara mendaftar terlebih dahulu. Artinya makan-makan GRATISSS. Asyiknyaa jadi blogger :)


Sayang voucher ini ternyata terbatas, anggota IIDN Semarang yang dapet cuma mak Dedew sang ibu korwil *nangis gulung-gulung kemudian melipir ke warteg bareng taroo hohoho.

Yah meskipun tidak mendapatkan voucher, tak menyurutkan langkahku untuk tetap pergi ke acara pesta kuliner BCA, paling ngga bisa masuk area Lawang Sewu gratis lah numpang kopdar hahaha.

Kamis, 19 Juni 2014

Wisata Kuliner di Cafe Tiga Tjeret Solo

Halo, balik lagi pamer tentang jalan-jalan di Solo kemaren *yang ngga ikut silahkan nangis guling-guling :p

Setelah berkeliling ria melintasi area Kampung Batik Laweyan, akhirnya trip ini kita lanjutkan ke destinasi terakhir yaitu wisata kuliner di Toko oleh-oleh Jl.Kalilarangan yang terkenal dengan Abon Mesran dengan cita rasa manis dan manis pedas, yang merupakan referensi dari Pak Bondan  Haryo Winarno atau dikenal dengan nama Pak Bondan seorang pengamat kuliner Indonesia. Pak Bondan sempet ngetwit juga lho tentang abon Mesran inih.
“Miturut saya,lbh enak abon Mesran di Kalilarangan.”@ tentang Solo : Sip lah bro ! RT.

Setelah puas berbelanja, mana yang harus dibawa pulang untuk oleh-oleh, perjalanan yang harusnya diteruskan di mangkunegaran, akhirnya diputuskan oleh panitia untuk dibatalkan karena hari sudah menjelang maghrib. Kesepakatan bersama akhirnya perjalanan diteruskan ke Cafe Tiga Tjeret sebagai destinasi terakhir.

Sabtu, 14 Juni 2014

Jalan-jalan ke Kampung Batik Laweyan

Setelah penerbit Tiga Serangkai, IIDN Semarang jalan-jalan ke kampung batik Laweyan.

Kampung batik Laweyan adalah salah satu daerah wisata yang sengaja disediakan oleh pemerintah Kota Solo untuk mengundang para wisatawan asing dan domestik melihat-lihat Batik.

Kampung Batik Laweyan diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang Tahun 1546 M dan merupakan kawasan sentra Batik di Kota Solo yang sempat meraih kejayaannya pada Tahun 1970.

Kampoeng Batik Laweyan merupakan suatu kelurahan yang luas wilayahnya 24.83 ha dengan penduduk sekitar 2500 jiwa yang terdiri dari 3 blok.Di dalam kampung Batik tersebut, terdapat ratusan pengrajin Batik yang menjual berbagai motif, seperti Tirto Tejo dan Truntum. Selain batik, Kampung Batik Laweyan juga menyimpan kekayaan arsitektur Jawa kuno.Eksistensi para pengusaha batik/juragan Laweyan sangat terkenal terutama pada jaman keemasan era KH Samanhudi sekitar tahun 1911.

Kamis, 05 Juni 2014

Field Trip ke Tiga Serangkai: Melihat Proses Pembuatan Buku Secara Utuh

Seumur-umur jadi penulis dan penyunting lepas, saya belum pernah mengunjungi kantor penerbitan. Beberapa komunitas penulis, sih, beberapa kali mengadakan kunjungan. Namun, seringnya di Jakarta dan bandung. Nah, orang Semarang tuh kesempatannya jaraaang banget. Padahal, Semarang, kan, dekat dengan Yogya (silakan browsing dan hitung sendiri ada berapa penerbit di Yogya?).

Senang sekali ketika ada kesempatan untuk pergi ke Tiga Serangkai, Solo, bersama komunitas EEDAN (Emak-Emak Doyan Narsis). Ups! Maksud saya Ibu-Ibu Doyan Nulis alias IIDN. Dan … boleh bawa anak! Yeay! Piknik Semarang-Solo pasti seharian, kan? Kalau enggak bisa bawa anak, anak saya mau dititipin siapa?

Senangnya lagi, meeting point (MP) awal mau berangkat ke Solo ada dua (Saya, dong, yang ngusulin :d) Mengingat Semarang terbagi jadi dua daerah, kalau hanya satu MP kasihan para peserta. MP pertama di masjid Baiturrahman, dan ke dua di Ngesrep, rumah salah satu emak anggota IIDN.

Sebenarnya, sih, jadwal berangkat dari MP 1 adalah pukul 06.00. Peserta udah tepat banget datangnya, lho! Salut atas ketidakngaretannya. Lanjutkan!  Sayangnya, si awak bus yang njelehi. Molor. Akhirnya, baru bisa jalan pukul 06.40 :p


Sabtu, 31 Mei 2014

One Day Trip to Solo - Behind The Scene

Cerita Heboh Panitia Rempong 

“One Day Trip to Solo”. Itulah judul yang dipilih untuk menamai kegiatan IIDN Semarang melakukan kunjungan ke penerbit Tiga Serangkai dilanjut jalan-jalan dan kuliner-an. Kegiatan ini sudah digaungkan beberapa bulan sebelum Milad ke-4 IIDN yang bertepatan tanggal 23 Mei 2014. 

Beruntung, bulan Mei berderet tanggal merah. Namun, tetep saja, kami tak bisa jalan-jalan di hari libur tersebut. Alasannya? Yup! Tiga Serangkai juga libur, dong! Haha. Alhasil, pilihlah kami pada hari kecepit, hari setelah anak kelas enam US, saat belum test, dan hari yang memungkin para ibu kantoran bisa bolos :p. Terpilihlah tanggal 28 Mei. 

Panitia rumpi dibentuk untuk menggodhog lebih lanjut acara ini. Beruntung banget ada Mak Winda, si Putri Solo, yang akhirnya mengusulkan aneka tempat yang layak dikunjungi. Itinenary detail juga dibuatkan olehnya. Rezeki bentuk lain muncul lagi. Mak Archa Bella punya kenalan yang bisa ngasih bus dengan harga sewa miring. Yey! Penting banget, tuh! Demi meminimalkan biaya dengan tetapmeraup keuntungan sebesar-besarnya. Ups! Becanda. Ciyus. Panitia enggak ambil untung, kok! Kalaupun untung, semua masuk kas IIDN. Percaya, deh! 

Taro, sang bendahara pun menyusun anggaran. Dan ... disepakatilah sejumlah rupiah sebagai ganti bus, makan (snack, minum, dan makan siang), dan pernik-pernik lainnya. 

Setelah fix, digulirkanlah semua ini di grup. Alhamdulillah, sampai batas akhir pendaftaran, peminat sudah cukup membuat kami berani pesan mini bus dengan kapasitas penumang 30 orang. (Target sebenarnya 50 orang dan berangkat pakai bus besar. Walaupun tak tercapai, tapi tetep bersyukur, dong!) 


Rumpi online di grup khusus panitia rupanya tak cukup. Musti tatap muka untuk membahas semua ini! Rapat pertama diselenggarakan di rumah salah satu panitia (Saya gitu :P). Pesertanya ada …. empat biji! Aku, Taro, Wuri, dan Mak Uniek. Biar cuma berempat, tetap seru. Biar banyak rumpi dan omongan di luar agenda rapat, namun kopdar itu bisa menghasilkan: pesan MMT, plakat, dan … karena harga bus masih bisa ditawar, akhirnya dana kita alokasikan untuk membeli souvenir cantik. 

MMT kiyut imut kayak korwilnya :)

Eh! Salah! Niat awalnya enggak gitu, ding! Jadi ... saat memilih-milih plakat yang bentuknya unik, lucu, menggemaskan, kami kepincut juga dengan pin dan gantungan kunci yang imuuut. Namun, dana tak memungkinkan untuk beli keduanya. Akhirnya berdasarkan asas manfaat, pilihan pun jatuh pada gantungan kunci! 

Belum puas sekali kopdar, para emak rempong ini pun bikin-bikin alasan untukrapat off line ke dua! Acaranya diadakan di @Home Hotel! Weih? Pada rapat sampai nginep? Santai ... enggak memanfaatkan dana peserta, kok! Cukup nebeng di Tongji aja, pun bayarsendiri-sendiri, lho! Xixi. Pesertanya adalah MakKetua Dewi Rieka, bendahara Taro, Sekretaris Wuri, dan panitia rempong lain yaitu Mak Uniek dan Mak Inung :p

Yesh! Rapat kedua pun menghasilkan itinenary utuh seperti ini yang segera diluncurkan di grup 


Itinerary One Day Trip Solo 

06.00: Bis berangkat dari meeting point 1 Mesjid Baiturrahman 
06.30: Bis berangkat dari meeting point 2: Rumah Fenty Arifianti Ngesrep 
06.45-09.30: Perjalanan ke Solo 
09.30-12.00: Wisata Buku di Penerbit Tiga Serangkai 
12.00-12.30: Ishoma di Tiga Serangkai 
12.30-13.00: Perjalanan ke Kampung Batik Laweyan 
13.00-15.00: Wisata Kampung Laweyan 
15.00-15.30: Perjalanan ke Prangwedanan Mangkunegaran 
15.30-17.30: Ngariung di Mangkunegaran, nonton latihan tari di salah satu pendopo 
 (Alternatif lain bila waktu melenceng dari jadwal: Belanja oleh-oleh lalu ke Mesjid Agung di Alun-Alun Utara) 
18.00: Shalat Maghrib dan makan di Galabo, pujasera depan PGS 
19.30: Balik Semarang 

Apakah semua sesuai jadwal? Tunggu liputan berikutnya, ya :d 

**** 

Liputan oleh salah satu tim rempong: Aan Diha

Jumat, 07 Februari 2014

Kopdar Bareng Founder Komunitas IIDN



Alhamdulillah, Minggu lalu, 2 Febuari 2014, IIDN Semarang berhasil kopdar dengan founder Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), Indari Mastuti a.k.a Teh Iin. Walaupun sempat ada kendala hingga terpaksa mengundurkan jam kopdar. Semarang yang dua hari sebelumnya agak cerah, seketika hujan tiada henti semenjak malam sebelum hari H. Tetapi, salut dengan semangat emak-embak yang datang. Mulai menerjang banjir, kedinginan hujan-hujanan, sampai ada yang nge-bis dari Temanggung dan Banyumas *sodorin jempol terasi. Kopdar pun berlangsung seru, pada curhat tentang menulis, ketawa tiada henti, backsound suara balita, dan… futu-futu tentunya.

Kamis, 16 Januari 2014

Sharing Bersama Fitria Chakrawati

Oleh: Hapsari Adinungrum

[Kopdar tanggal 22 Desember 2013 di Rumah mbak Rahmi Aziza- Perum Sendang Mulyo].

Untuk kopdar hari ini mbak Fita tidak menyiapkan materi khusus, maka diisi dengan sharing tanya jawab.

Pertanyaan 1

Fenny : Apakah pernah kerjasama dengan agensi naskah, khususnya ke Indscript?

Fita : tahun 2009, mengirimkan naskah ke agensi dan diterima. Naskah tentang Entrepeneur Muslim. Dari 12 naskah yang masuk, diterima dan diterbitkan 5 naskah. Sedangkan sisanya ( 7 naskah) di buat cerpen anak, dengan bahan yang sudah ada di buat cerita yang lebih panjang. Jika melalui agensi setelah tiga bulan tidak ada kabar, bisa dilepas dan ditawarkan ke penerbit lain. Pengalaman mbak Fenny, pernah memasukkan naskah (sudah berupa buku) di awal tahun 2013, naskah di terima dan ada penerbit yang tertarik dan diminta untuk  revisi. Setelah revisi tidak ada kabar lebih lanjut. Tips dari mbak Fita ; Cari penerbit yang sudah punya nama/ penerbit besar untuk keamanan naskah kita. Mbak Fita biasa memasukkan naskah ke ; Grup gramedia, tiga serangkai dan mizan.


Jumat, 06 Desember 2013

Blogger Nusantara 2013 : Jejak Istimewa di Jogja

Jum’at, 29 November 2013

Bismillah, sebelum mulai sharing apa yang kami (emak-emak IIDN Semarang) dapatkan saat mengikuti ajang keren kopdar Blogger Nusantara (BN) 2013, izinkan saya bernostalgia sebentar.



Waktu itu (pembukaan yang super klise), tanggal dan jamnya lupa, ada woro-woro dari Mak Rahmi Aziza (kalau nggak salah ye) tentang pendaftaran BN 2013. Komentar di bawahnya pun mengular, salah satunya dari Mak Uniek yang ternyata sudah berhasil mendaftar dan beberapa emak yang lain. Sebelum memutuskan untuk join, saya buka dulu aja web-nya. Ber-Ooo-ria saat tahu kalau kopdar ini berlangsung tahunan dan udah ada sejak 2011. Baca dulu semua ketentuannya dan segala pernak-perniknya. Langsung ambil buku harian, nyatet tanggal pelaksanaan BN 2013. Huaaa, mupeng ikut but kudu izin dulu sama suami. Kan ridho Allah ada pada ridho suami *teteup!

Kamis, 14 November 2013

IIDN Semarang Kuliah di #KampusFiksiRoadshowSemarang

By. @famysa

Ramai sekali. Kesanku saat datang ke Gedung Wanita pada hari Minggu, 10 November 2013 kemarin. Mungkin pengunjung lain pun memiliki kesan yang sama denganku. Parkiran penuh, gedung sebelah pun dipadati oleh manusia, lantai satu Gedung Wanita sesak oleh para books hunters, lantai dua penuh oleh pengantar dan peserta lomba mewarnai.

Celingak-celinguk. Dimanakah lokasi kuliah #KampusFiksi? Dan ooh ternyata di tenda yang cukup besar di depan panggung. Kukira bakal di ruang ber-AC seperti ketika aku kuliah biasa. Hihihi

Jumat, 11 Oktober 2013

Kunjungan IIDN Semarang ke tabloid Cempaka

Oleh: Aditya Meilia

[09 Oktober 2013] Siang itu kira-kira pukul 10.30 WIB IIDN kopdar lagi setelah lima hari yang lalu sharing dengan para editor Tiga Serangkai. Disambut Mbak Unik sang redaktur mode kami digiring ke meja eksekusi. Meja persegi panjang yang biasa digunakan untuk rapat dan mengambil keputusan. Acara dimoderatori oleh Mas Thalhah, kartunis, merangkap korlip serta direktur do’a, hihihi. Pembawaannya memang adem dan terlihat begitu religius *ustadz mode on :p

Acara intinya tentu dipimpin yang mbaureksa*opoh ikih, yaitu Mas Rukardi sebagai pemimpin redaksi. Beliau memperkenalkan para redaktur-redaktur halaman. Mbak Unik Agung Mumpuni bertugas mengisi halaman mode,  Mbak Intan sebagai redaktur kuliner, Bu Ari yang menangani perduitan dalam rumah tangga dan Mas Abdullah Ibnu Thalhah, kartunis yang membuat tulisan-tulisan di tabloid Cempaka makin semarak dengan ilustrasi-ilustrasinya yang ciamik.

Cerita lucu dan seru IIDN SEMARANG dengan Tiga Serangkai Solo

Oleh: Dian Kusuma Damayanti
Siang itu, tanggal 3 Oktober 2013, di tengah terik matahari yang panas sekitar pukul 12.00 WIB acara undangan dari Tiga Serangkai (TS) Solo digelar di Warung Leko, Jl. Gajah Mada No. 67 Semarang, yang sekaligus acara KopDar Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang.

Sekitar pukul 12.10 wib aku sudah berada di lokasi dan langsung menuju pintu yang bertuliskan "PUSH" yang pasti artinya "Tekan" supaya kita bisa masuk ke ruangan dan ternyata di dalam belum begitu ramai dan terlihat beberapa orang saja, hanya sekilas aku memperhatikan ada sekelompok ibu-ibu di pojok sebelah kanan, namun tidak dapat memastikan siapakah mereka karena tidak jelas. Sambil mendekati meja informasi, aku bertanya,"Mbak, boleh tanya klau undangan dari IIDN dimana ya ?, seorang waiters menjawab,"belum ada reservasi mbak", aku balik menjawab,"oh gitu, oke saya tunggu. 


Kamis, 10 Oktober 2013

2 Jam Bersama Redaktur Cempaka

Pucuk dicinta ulam tiba, itulah peribahasa yang kiranya pantas sekali mewakili keinginan para anggota Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang untuk berkunjung ke kantor redaksi media cetak. Telah hampir dua tahun berlalu sejak pertama kali tercetus keinginan untuk masuk ke ruang redaksi Suara Merdeka. Kala itu sudah ancang-ancang hendak mengirimkan proposal kunjungan ke harian tersebut.

Namun berkaitan dengan 'kesibukan' luar biasa dari para ibu dan nona yang tergabung dalam IIDN, keinginan untuk 'berwisata ilmu' itu belum kunjung terwujud. Kesempatan datang justru pada saat yang tak terduga. Tanggal 21 September 2013, IIDN janji jumpa dengan 2 orang redaktur Tabloid Cempaka, mba Unik Agung dan mba Intan Esty.

Selasa, 24 September 2013

Dari Bedah Buku Mesir Suatu Waktu, Yuk Menulis Memoar!

Dear IIDNers,

Alhamdulillah, Jumat tanggal  13 September, saya bisa menghadiri acara bedah buku Mesir Suatu Waktu, karya Mbak Dian Nafi dan adiknya, Rabiah Adwiyah di Gramedia Pandanaran Semarang.  Kedua penulis asal Demak ini nampak segar dan cantik dengan setelan birunya. 

Sayangnya, saya datang agak terlambat. Buku Mesir Suatu Waktu ini adalah buku memoar atau pengalaman ketika adik mbak Dian, Rabiah berkuliah di Al Azhar, Mesir jurusan Syariah Islamiyah dan lulus tahun 2011. Rabiah berhasil mencapai impiannya yang juga cita-cita sang ayah, ingin kuliah di Mesir. 

Ditulis bersama sang kakak yang penulis kawakan, buku ini terasa asyik dibaca. Oh iya, buku ini memenangkan PSA Award, ajang pencarian naskah yang diselenggaraka oleh Penerbit Grasindo, Jakarta. Keren ya.

Di sore cerah itu, Rabiah membagikan pengalamannya mengapa ia menulis memoir itu. Tak sekedar menceritakan kisah berkuliahnya, tapi ia sedang di Mesir ketika kerusuhan di Mesir pecah. Hal itulah yang ia ingin bagikan dengan pembaca. 

Bagaimana ia dan teman-temannya mengalami ketegangan dan ketakutan saat bahaya mengancam.  Bagaimana ketegaran seorang Rabiah yang mendahulukan teman-temannya yang ketakutan untuk pulang ke tanah air. 

Pengalaman itulah yang mengilhami Mbak Dian untuk membujuk adiknya agar menuangkannya dalam sebuah memoar. Tantangan yang awalnya membuat Rabiah ragu. Ia merasa belum percaya diri menulis memoar. Dengan berduet dengan sang kakak, sempat mandeg penulisannya, akhirnya proyek memoar ini sampai ke tangan para pembaca.  

Mbak Dian juga memberikan tips bagaimana menulis memoar. Kata beliau, harus ada sesuatu yang bisa dipetik pembaca. Ada hal spesial. Kalau hanya menulis pengalaman kuliah di Al Azhar, banyak orang Indonesia yang kuliah disana.  Atau berguru di Tibet,  memang itu tujuan orang kesana. Atau perjalanan ke Paris, Thailand, dll, semua bisa mengalaminya.  Harus ada suatu kejadian atau pengalaman yang menginspirasi. 

Sekilas tentang Mbak Dian nafi, beliau lulusan arsitektur Undip, pemilik Hasfa Publishing, beliau sangat produktif juga aktif mengisi berbagai acara penulisan di Jateng. Perempuan lincah ini memiliki dua anak. Dan masih terus dan terus berkarya IIDN Semarang beruntung punya Mbak Dian Nafi deh pokoke :)  

Kembali ke buku Mesir Suatu Waktu, 
Buku ini tidak tebal, hanya sekitar 122 halaman, tapi cukup padat, ada tips perjalanan ke Mesir juga foto-foto pemandangan dan lanskap Mesir yang indah memesona. Beberapa peserta nampak antusias untuk bertanya. Ingin mengetahui tips menulis memoir, dan sebagainya. 

Selesai acara, anggota IIDN Semarang meminta tanda tangan dan berfoto bersama ehm, seperti biasa narsis akut hihi, bersama para penulis. Acara bedah buku seperti ini juga dijadikan ajang kopdar anggota IIDN Semarang untuk melepas kangen, ehem. 

Jadi, kalau IIDNers yang masih newbie di grup, jangan malu-malu untuk datang kopdar atau acara seperti ini. Kita baik-baik kok, nggak menggigit, suwer hihihi. Ditunggu kehadirannya ya IIDNers, kita berh-haha hihi sambil bertukar informasi dan cerita. 

 Selamat ya mbak Dian dan Rabiah, bukunya keren dan inspiratif. Bikin aku ingin kuliah lagii..:) 
Mari Berkarya!

Dewi Dedew Rieka 
Korwil IIDN Semarang 

Kamis, 14 Februari 2013

Bedah Buku 101 BISNIS ONLINE YANG PALING LARIS

Sumber: http://wurinugraeni.wordpress.com/2013/02/10/bedah-buku-101-bisnis-online-yang-paling-laris/

Udah pada tahu buku 101 BISNIS ONLINE YANG PALING LARIS, kaaannn??? *sok populer. Alhamdulillah, sudah berlangsung bedah buku di Semarang bareng Mbak Dian Nafi (karena tiga penulis lain berdomisili di luar Jawa Tengah). Begitu banyak respon yang antusias dengan pertumbuhan bisnis online, hingga tergerak untuk memboyong buku sampai ke kasir *bola mata berubah jadi dollar $$$. Tidak jarang, diskusi selama acara berlangsung melebar ke curhat sesama pe-bisnis online. Untung nggak ada yang curhat soal galau *pyuh.

Ada dua acara bedah buku, yaitu di radio dan di toko buku. Keduanya memiliki cerita tersendiri bagiku. Paling membuatku bersemu, adalah reaksi pendengar/peserta yang bersemangat dalam diskusi bisnis online. Apalagi ini pengalaman pertama berhadapan dengan pembaca/calon pembaca bukuku.  Di satu buku solo dan lima buku antologi sebelumnya, aku hanya promosi melalui akun jejaring sosial atau mulut ke mulut.

Kali ini, aku harus satu langkah lebih maju semenjak Mbak Dian Nafi mau menggiring aku yang masih level pemula. Pas dapat informasi soal dua acara bedah buku, aku hanya bookmark tanggalan dan mempelajari kembali bukunya. Namun, ketika kaki sudah menginjak kantor radio dan toko buku, seketika jantungku justru kebat-kebit, jujur, ada bisikan jahat untuk pulang saja secepatnya dan membatalkan acaranya. Akhirnya aku bertahan, ngobrol dulu sama Mbak Dian Nafi sembari menenggelamkan degup jantung yang menggelora. Dengan penampilan sederhana, wajah tanpa polesan kosmetik (maklum, kulitku tipe sensitif), denting lonceng mulai acara pun berdentang… Ting tong… ting tong… ting tong…

SONORA FM SEMARANG
2013-02-06 15.46.43
Foto: pemanasan bersama Mas Yuda (penyiar) sebelum on air.

Kamis, 31 Januari 2013

Jumpa Antar Komunitas dalam KOBER (Kopdar Bermutu), undangan dari Loenpia.net

sumber : blog Uniek


Malem Minggu, 27 Januari 2013

Setelah dapet email dari mak Dedew sehari sebelumnya, hari Sabtu tanggal sesuai tersebut di atas aku siap-siap berangkat ke El-Blossom Café & Book di Jalan Pandanaran, tepatnya di ‘pengkolan’ Pandanaran-Randusari, sebelah Eka Karya Tailor yang tersohor :). Ada acara apa sih tepatnya? Kasi tau gag eeaaa? **sok alay begete hehee.....

Rupa-rupanya IIDN dapet undangan nih dari Loenpia.net untuk mengikuti Kopdar di café tersebut. Jatahnya cuma untuk dua orang. Maka diutuslah aku dan Wuri untuk menghadirinya. Kebetulan yang diminta adalah aku, yang deket kota dan pas bisa hadir. Adapun Wuri yang sudah familier dengan Loenpia.net tentu saja sudah otomatis jadi duta IIDN. Sek aseeekk… pengalaman pertama nih ikutan kopdar bareng berbagai komunitas di Semarang.


source : Loenpia.net

Senin, 28 Januari 2013

Sharing Dunia Jurnalistik bersama Nonie Arnee


Oleh: Ania



Bismillaahirrahmaanirrahiim

tebak-tebak nama
Awal tahun 2013 yang penuh barokah. Seusai direkrut menjadi anggota komunitas IIDN pada akhir 2012 lalu, saya bisa bersilaturahiim langsung dengan member IIDN alias Ibu-Ibu Doyan Nulis Kota Semarang pada tanggal 19 Januari 2013 di food court Paragon.
Mula-mula saya malu bergabung dengan komunitas penulis ini karena rata-rata status anggotanya sudah menikah dan menjadi seorang Ibu. Namun demikian, ada juga anggota yang masih single (ting-ting) dan hadir dalam pertemuan berkesan itu. Jujur, bingung memanggil mereka dengan sebutan apa. Kalau memanggil Ibu juga tak enak hati jika ketuaan. Kalau memanggil mbak, juga sungkan jika tak menghormati. Akhirnya setelah ditanya, mereka lebih suka jika dipanggil dengan mbak-mbak (penulis yang cantik dan sholehah). ^_^