Tampilkan postingan dengan label Tips Nulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Nulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 September 2014

Portfolio Online Penulis

Jaman sekarang, banyak hal yang dilakukan serba online. Kirim surat lamaran pekerjaan via online, diskusi online, siaran radiopun bisa dilakukan secara online, hanya dari dalam kamar yang dengar orang di seluruh penjuru dunia.

Sekarang kita ngobrolin portfolio online yuk. Dalam manajemen strategis dan pemasaran, istilah portfolio digunakan untuk menunjukkan sekumpulan produk, proyek, layanan jasa atau merk yang ditawarkan untuk dijual oleh suatu perusahaan (wikipedia).

Sebagai penulis perlu punya portofolio juga lho! Portfolio kita tentu saja isinya karya-karya di bidang kepenulisan.

Rabu, 11 Juni 2014

Buku-buku Best Seller Tiga Serangkai


Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penulis saat akan menerbitkan buku. Salah satunya adalah selera pasar. Oleh karena itu mengetahui buku apa yang saat ini paling laris alias best seller menjadi penting. Yaiyalah penulis pasti ingin kan bukunya laris kan?

Nah melengkapi tulisan mba Aan Diha kemarin tentang Field Trip ke Tiga Serangkai, berikut mba Dian Kusuma Jumhan menambahkan catatan buku best seller di TS juga tema-tema yang masih terbuka lebar kesempatannya di pasaran.

Minggu, 16 Maret 2014

IIDN Semarang: Belajar Menulis, Belajar Tampil

Kalau dihadapkan pertanyaan, "Apa yang menjadi motivasimu bergabung dengan IIDN Semarang." Sebagian besar tentu akan menjawab untuk belajar nulis, namanya juga ibu-ibu doyan nulis, masak iya belajar njahit, ya meskipun banyak juga sih ibu-ibu di sini yang pinter njahit. Tapi kalo saya, selain belajar nulis, IIDN Semarang membuat saya belajar tampil. Kepercayaan diri saya semakin diasah, selain PD nulis, saya jadi lebih PD tampil di muka umum, malah ketagihan. Ngga heran dah kalo ada yang bilang IIDN selain doyan nulis juga singkatan dari ibu-ibu doyan narsis hehe..

Semenjak gabung di IIDN Semarang saya sudah beberapa kali diajak untuk tampil. Pernah di TV lokal, radio, juga surat kabar (dokumentasi bisa dilihat di sini). Yang terbaru kemarin tanggal 8 Maret 2014. Bersama mbak Hidayah Sulistyowati, saya mempresentasikan IIDN Semarang di acara Telkomsel Community.

Kami diberi waktu sekitar 10 menit. Ada MC yang bertanya tentang IIDN Semarang dan kami menjelaskan. Blog IIDN juga ditampilkan di sana lho. Untung blognya rajin diisi dan tampilannya cantik ya.. hahaha ayo.. ayooo pada rajin kirim tulisan ke blog IIDN yuuuk.

Rabu, 12 Maret 2014

Memanggil Ide yang Tak Biasa





There’s nothing new under the sun.

Kalimat tersebut merupakan perumpamaan yang cocok untuk mengatakan tak ada ide yang benar-benar baru. Yang ada adalah, mendaur ulang ide lama menjadi sesuatu yang baru. Artinya, sesuatu yang sudah pernah dibuat oleh orang lain, namun kita olah menjadi sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang unik.
Jadi kalau kamu mau bikin sesuatu yang baru supaya penerbit terpesona pada naskahmu. Tapi ide yang diperoleh berputar-putar di tempat alias mentah lagi, mentah lagi. Jangan ngotot mencari ide yang orisina, deh. Karena, ujung-ujungnya, kamu nggak jadi nulis.
Ngeri? Iya. Nggak nulis, buat seorang penulis itu petaka *lebay.
Jangan khawatir, saya yakin ini nggak hanya terjadi padamu. Saya juga terkadang mengalaminya. Lalu bagaimana caranya supaya masalah ide ini tak membuat kita kalah sebelum bertanding? Berikut ini yang biasa saya lakukan supaya ide saya yang awalnya terdengar biasa, jadi lebih istimewa.

Mengamati Buku-buku Lain
            Mati ide?
            Tutup naskah, pergilah ke toko buku. Amati buku-buku baru dan temukan kelebihan serta kekurangannya. Catat judul-judul yang kamu minati lalu buatlah konsep baru berdasarkan hasil pengamatanmu. Misalnya, ada buku panduan kehamilan yang bagus menurutmu, tapi isinya terlalu medis dan susah dicerna. Nah, kamu bisa kembangkan ide. Buatlah buku panduan kehamilan yang populer, tambahkan kisah nyata tentang ibu hamil yang berhasil survive melewati masa kehamilannya.

Memberikan Nilai Tambah
            Ide menulis buku antologi kisah inspiratif mungkin sudah biasa. Akan menjadi unik jika kamu memberikan nilai tambah pada naskahmu. Misalnya, menambahkan tips ringan untuk pembaca. Bisa juga dengan memberikan pengantar dari ahli yang kompeten mengenai topik yang dibahas.
           
Berandai-andai
            Pernah merasa nggak kalau novel yang kamu baca garing, kurang seru, dan kurang memenuhi harapanmu?
            Kalau iya, berandai-andailah. Bayangkan kamu menulis novel yang lebih dahsyat dan lebih… laku *eh.  Ambil tema utama dari novel itu tapi jangan mencuri mentah-mentah idenya. Kembangkan ide utama menjadi konsep baru. Misalnya, tema percintaan yang berasal dari persahabatan itu sudah biasa. Tapi bagaimana jika settingnya kita buat berbeda? Atau profesi mereka diubah? Hmm, mungkin akan lebih oke lagi kalau romance-nya diarahkan menjadi romance fantasi.

Nah, sudah siap menangkap ide lagi? Semangat, ya. Mari buat naskah yang “tak biasa” dengan ide daur ulang.

Fita Chakra, seorang ibu 3 putri yang nyambi sebagai penulis, guru ekskul menulis dan trainer. 
           



Kamis, 16 Januari 2014

Sharing Bersama Fitria Chakrawati

Oleh: Hapsari Adinungrum

[Kopdar tanggal 22 Desember 2013 di Rumah mbak Rahmi Aziza- Perum Sendang Mulyo].

Untuk kopdar hari ini mbak Fita tidak menyiapkan materi khusus, maka diisi dengan sharing tanya jawab.

Pertanyaan 1

Fenny : Apakah pernah kerjasama dengan agensi naskah, khususnya ke Indscript?

Fita : tahun 2009, mengirimkan naskah ke agensi dan diterima. Naskah tentang Entrepeneur Muslim. Dari 12 naskah yang masuk, diterima dan diterbitkan 5 naskah. Sedangkan sisanya ( 7 naskah) di buat cerpen anak, dengan bahan yang sudah ada di buat cerita yang lebih panjang. Jika melalui agensi setelah tiga bulan tidak ada kabar, bisa dilepas dan ditawarkan ke penerbit lain. Pengalaman mbak Fenny, pernah memasukkan naskah (sudah berupa buku) di awal tahun 2013, naskah di terima dan ada penerbit yang tertarik dan diminta untuk  revisi. Setelah revisi tidak ada kabar lebih lanjut. Tips dari mbak Fita ; Cari penerbit yang sudah punya nama/ penerbit besar untuk keamanan naskah kita. Mbak Fita biasa memasukkan naskah ke ; Grup gramedia, tiga serangkai dan mizan.


Kamis, 14 November 2013

IIDN Semarang Kuliah di #KampusFiksiRoadshowSemarang

By. @famysa

Ramai sekali. Kesanku saat datang ke Gedung Wanita pada hari Minggu, 10 November 2013 kemarin. Mungkin pengunjung lain pun memiliki kesan yang sama denganku. Parkiran penuh, gedung sebelah pun dipadati oleh manusia, lantai satu Gedung Wanita sesak oleh para books hunters, lantai dua penuh oleh pengantar dan peserta lomba mewarnai.

Celingak-celinguk. Dimanakah lokasi kuliah #KampusFiksi? Dan ooh ternyata di tenda yang cukup besar di depan panggung. Kukira bakal di ruang ber-AC seperti ketika aku kuliah biasa. Hihihi

Kamis, 31 Oktober 2013

PENULIS JAIM DI DUNIA MAYA , WAJIB!



Oleh Lia Herliana

Jaim, alias ‘jaga image’, atawa pencitraan, tak hanya penting bagi kalangan selebriti, lho. Kita, para penulis, atau yang mengaku masih ‘penulis-wanna-be’ (seperti saya), juga perlu pandai-pandai menjaga image, khususnya dalam pergaulan di dunia maya.

Image yang seperti apa, sih? Image, atau citra diri sebagai penulis, tentu. Bukan sebagai tukang bubur, apalagi putri yang tertukar.

Kenapa? Buat apa?

Kamis, 10 Oktober 2013

2 Jam Bersama Redaktur Cempaka

Pucuk dicinta ulam tiba, itulah peribahasa yang kiranya pantas sekali mewakili keinginan para anggota Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang untuk berkunjung ke kantor redaksi media cetak. Telah hampir dua tahun berlalu sejak pertama kali tercetus keinginan untuk masuk ke ruang redaksi Suara Merdeka. Kala itu sudah ancang-ancang hendak mengirimkan proposal kunjungan ke harian tersebut.

Namun berkaitan dengan 'kesibukan' luar biasa dari para ibu dan nona yang tergabung dalam IIDN, keinginan untuk 'berwisata ilmu' itu belum kunjung terwujud. Kesempatan datang justru pada saat yang tak terduga. Tanggal 21 September 2013, IIDN janji jumpa dengan 2 orang redaktur Tabloid Cempaka, mba Unik Agung dan mba Intan Esty.

Selasa, 08 Oktober 2013

Kopdar with Tiga Serangkai dan Bedah Buku Beauty Jannaty

By. @famysa_ Bottom of Form


“Sejarah itu cukup untuk dikenang, bukan untuk diulang,” ujar sahabatku mengulang kata-kata ibunya. Tapi kalau peristiwa sejarahnya seperti hari  Kamis, 3 Oktober 2013 kemarin sih boleh banget laah untuk diulang. Untuk pertama kalinya, kemarin aku ikut Kopdar IIDN Semarang. Kesan pertamaku, wiw, takjub banget deh sama ibu-ibu semuanya... IIDN Semarang memang luar biasa!
Selain Kopdar alias Kopi Darat, hari Kamis kemarin IIDN  Semarang juga mempunyai tiga agenda lain, yaitu bincang-bincang dengan Penerbit Tiga Serangkai (TS), wawancara dengan Tribun Jateng, dan menghadiri bedah buku Beauty Jannaty karya salah satu anggota IIDN Semarang, Keisya Avicenna. So, kami tidak kopdar sekedar kopdar, kopdarnya IIDN Semarang pastinya kopdar yang mendatangkan ilmu dan manfaat.

Selasa, 24 September 2013

Dari Bedah Buku Mesir Suatu Waktu, Yuk Menulis Memoar!

Dear IIDNers,

Alhamdulillah, Jumat tanggal  13 September, saya bisa menghadiri acara bedah buku Mesir Suatu Waktu, karya Mbak Dian Nafi dan adiknya, Rabiah Adwiyah di Gramedia Pandanaran Semarang.  Kedua penulis asal Demak ini nampak segar dan cantik dengan setelan birunya. 

Sayangnya, saya datang agak terlambat. Buku Mesir Suatu Waktu ini adalah buku memoar atau pengalaman ketika adik mbak Dian, Rabiah berkuliah di Al Azhar, Mesir jurusan Syariah Islamiyah dan lulus tahun 2011. Rabiah berhasil mencapai impiannya yang juga cita-cita sang ayah, ingin kuliah di Mesir. 

Ditulis bersama sang kakak yang penulis kawakan, buku ini terasa asyik dibaca. Oh iya, buku ini memenangkan PSA Award, ajang pencarian naskah yang diselenggaraka oleh Penerbit Grasindo, Jakarta. Keren ya.

Di sore cerah itu, Rabiah membagikan pengalamannya mengapa ia menulis memoir itu. Tak sekedar menceritakan kisah berkuliahnya, tapi ia sedang di Mesir ketika kerusuhan di Mesir pecah. Hal itulah yang ia ingin bagikan dengan pembaca. 

Bagaimana ia dan teman-temannya mengalami ketegangan dan ketakutan saat bahaya mengancam.  Bagaimana ketegaran seorang Rabiah yang mendahulukan teman-temannya yang ketakutan untuk pulang ke tanah air. 

Pengalaman itulah yang mengilhami Mbak Dian untuk membujuk adiknya agar menuangkannya dalam sebuah memoar. Tantangan yang awalnya membuat Rabiah ragu. Ia merasa belum percaya diri menulis memoar. Dengan berduet dengan sang kakak, sempat mandeg penulisannya, akhirnya proyek memoar ini sampai ke tangan para pembaca.  

Mbak Dian juga memberikan tips bagaimana menulis memoar. Kata beliau, harus ada sesuatu yang bisa dipetik pembaca. Ada hal spesial. Kalau hanya menulis pengalaman kuliah di Al Azhar, banyak orang Indonesia yang kuliah disana.  Atau berguru di Tibet,  memang itu tujuan orang kesana. Atau perjalanan ke Paris, Thailand, dll, semua bisa mengalaminya.  Harus ada suatu kejadian atau pengalaman yang menginspirasi. 

Sekilas tentang Mbak Dian nafi, beliau lulusan arsitektur Undip, pemilik Hasfa Publishing, beliau sangat produktif juga aktif mengisi berbagai acara penulisan di Jateng. Perempuan lincah ini memiliki dua anak. Dan masih terus dan terus berkarya IIDN Semarang beruntung punya Mbak Dian Nafi deh pokoke :)  

Kembali ke buku Mesir Suatu Waktu, 
Buku ini tidak tebal, hanya sekitar 122 halaman, tapi cukup padat, ada tips perjalanan ke Mesir juga foto-foto pemandangan dan lanskap Mesir yang indah memesona. Beberapa peserta nampak antusias untuk bertanya. Ingin mengetahui tips menulis memoir, dan sebagainya. 

Selesai acara, anggota IIDN Semarang meminta tanda tangan dan berfoto bersama ehm, seperti biasa narsis akut hihi, bersama para penulis. Acara bedah buku seperti ini juga dijadikan ajang kopdar anggota IIDN Semarang untuk melepas kangen, ehem. 

Jadi, kalau IIDNers yang masih newbie di grup, jangan malu-malu untuk datang kopdar atau acara seperti ini. Kita baik-baik kok, nggak menggigit, suwer hihihi. Ditunggu kehadirannya ya IIDNers, kita berh-haha hihi sambil bertukar informasi dan cerita. 

 Selamat ya mbak Dian dan Rabiah, bukunya keren dan inspiratif. Bikin aku ingin kuliah lagii..:) 
Mari Berkarya!

Dewi Dedew Rieka 
Korwil IIDN Semarang 

Selasa, 13 Agustus 2013

10 HAL UNTUK MENJADI PENULIS PRODUKTIF

Oleh: Wuri Nugraeni


Alhamdulillah, H-2 lebaran lalu, IIDN Semarang berhasil kopdar bareng artis yang pulang kampung dari Depok yaitu Fita Chakra. Salah satu member IIDN Semarang yang terbilang produktif. Selain penulis, Mbak Fita (sapaan akrabnya) juga sebagai ibu tiga putri, trainer penulisan plus editor di Moms Guide Indonesia. Tulisannya tersebar di majalah hingga buku yang nangkring di toko buku.  Nah, Mbak Fita mau berbagi tips nih untuk menjadi penulis produktif. Dengan peserta enam orang (maklum, mefet hari raya soalnya), sharing pun berlangsung seru. Berikut secuil tips dari Mbak Fita:

Selasa, 28 Mei 2013

Kopdar Plus Obral Ilmu Menulis

Oleh: Wuri Nugraeni

Bulan Mei 2013, IIDN Semarang mengadakan dua kopdar, horeee... Tanggal 9 Mei dan 25 Mei lalu yang kedatangan dua artis penulis dari luar kota. Tapi, tema yang kami angkat ada 3 topik lho. Enak toh? Sudah haha-hihi, jumpa fans, sekaligus menyerap ilmu dari mereka. Berikut saya tulis poin-poin yang mereka utarakan...

Kamis, 28 Maret 2013

Banyak Jalan Mendapat Ilmu Nulis


Banyak jalan menuju Roma, kata Pepatah.

Tuntutlah Ilmu hingga Negeri Cinta, itu juga comot pepatah.

Begitu juga dalam tulis-menulis. Banyak cara untuk bisa menulis.

Dimulai dengan banyak membaca. Membaca adalah ransum untuk menulis. Dengan banyak membaca buku, teman-teman bisa mendapatkan bekal untuk memulai menulis. Dengan membaca, teman-teman mengenal gaya penulisan banyak penulis. Mungkin terpengaruh oleh penulis favoritmu. Seperti aku mencintai Hilman. Tapi, dakuw yakin nanti kalian akan menemukan gaya sendiri. 

Saat ini, banyak buku tentang belajar menulis di toko buku karya para penulis kawakan. Mulai karya Pak Bambang Trim (The Art of Stimulating Idea),  Naning Pranoto, Arswendo Atmowiloto (Menulis Itu Gampang), Primadonna Angela, Gol A Gong (Te-We), Triani Retno. Terbaru, ada buku Bukan Buku Bestseller karya penulis produktif Indari Mastuti & Pritha Khalida.

Buku-buku ini renyah dan bermanfaat untuk kita baca. Memberi kita seluk-beluk tentang bagaimana menulis cerpen, menemukan ide, menuliskan ending, membuat tokoh-tokoh hidup dan banyak lagi.

Kamis, 21 Maret 2013

Dari Blog Jadi Buku

Ada teman yang doyan nulis bilang sama saya, dia ngga suka ngeblog karena dua alasan. Pertama, takut diplagiat, kedua, media tidak mau menerbitkan tulisan yang sudah di publish media lain termasuk blog.

Menjawab kegelisahan dia yang pertama, menurut saya tidak seharusnya kecemasan yang berlebihan membuat kita membatasi dri dalam berkarya. Lagian sekarang sudah ada cara supaya tulisan kita yang beredar di dunia maya ngga bisa di select all kemudian di copy paste dengan segitu mudahnya. Tetep sih bisa diplagiat, tapi butuh perjuangan ekstra karena harus menyalin ulang.

Sementara anggapan bahwa  media tidak mau menerbitkan tulisan yang telah dipublish tidak sepenuhnya benar. Dan ini terjawab pada kelas AkberSMG kamis malam kemarin yang temanya "dari blog jadi buku".

Jumat, 01 Februari 2013

Tips Menulis Feature Wisata


oleh : Fita Chakra

Tips menulis ini saya tweet di akun saya @fitachakra pada tanggal 29 Oktober 2012 #MenulisFeatureWisata

Pengan nulis dan kirim liputan wisata? Coba saja, pasti bisa :) 

1) Sblm pergi, bidik media yg dituju, cermati style penulisannya. Baca bbrp contoh tulisan di media itu. 

2) Cari tahu ketentuan pengirimannya & catat. 

3) Buat rencana liputan. Catat hal2 menarik di tmpt itu melalui internet. 

4) Manfaat rencana liputan, membuat pekerjaan lbh terarah. 

5) Yg sy lakukan adl membuat poin2 penting yg akan sy liput. 

[Writing Tips] Target Menulis, Perlukah?


oleh : Fita Chakra

"Kok sempet sih nulis? Pekerjaan rumah itu nggak ada habisnya, lho," kata salah seorang teman.

Ya sempat dong, kalau punya target menulis sesibuk apa pun harus disempatkan menulis. Karena itu, target menulis itu penting. Apa gunanya target menulis?

Target menulis akan menuntun kita mencapai tujuan. Artinya, jika  ingin menulis 100 halaman buku misalnya, kita bisa memperhitungkan kapan naskah buku itu akan selesai ditulis. Sebaliknya, jika ada deadline, menyelesaikan naskah 50 halaman dalam waktu 10 hari, kita pun jadi punya gambaran berapa halaman yang harus diselesaikan setiap hari.

Jadi, inilah yang biasanya saya lakukan: