Rabu, 17 April 2013

OBAT AMPUH GATAL PADA JEMARI KAKI




Oleh: Moocen Susan

Kalau diingat kembali memang sejak kecil saya kurang suka makan sayuran. Saya lebih suka makan ayam atau daging. Waktu umur 10 tahun, saya pernah merasakan gatal-gatal pada jemari kaki. Perlahan-lahan rasa gatal itu berubah menjadi luka dan berbau busuk. Berbagai macam obat dokter sudah saya coba ada yang berbentuk salep ada pula yang berupa kapsul. Namun tetap saja tidak ada perubahan. Setiap malam terasa sekali gatalnya. Setiap pulang sekolah dan melepas sepatu kaki saya berbau busuk dan lecet. Pernah saya coba rendam dengan larutan air hangat dan obat PK juga masih belum sembuh. Saya hampir putus asa.

Selasa, 16 April 2013

IIDN Semarang Celebrating Journey to Motherhood

Alhamdulillah, IIDN Semarang Minggu 14 April kemarin diundang ke acara "Celebrating Journey to Motherhood" persembahan Majalah Mother&Baby dan Nestle Mom&Me.

Acara yang diadakan di Hotel Novotel Semarang ini berlangsung seru. Para ibu baik yang tengah hamil maupun merencanakan kehamilan berbondong-bondong datang menggunakan dress code PINK.

Sabtu, 13 April 2013

SARAPAN BUAH




Kalo selama ini mak-mak IIDN sering migren, asam lambung naik, sembelit, bahkan habis sarapan pun suka lemes? Coba deh cek lagi pola makannya. Makanan yang kita makan tidak  cukup hanya bergizi lho! Percuma bergizi tinggi tapi kalau tidak tercerna dengan baik. Akhirnya jadi sampah metabolisme. PH tubuh akan menjadi asam. Untuk yang ringan-ringan sih biasanya tubuh ngasih sinyal, asam lambung naik, migren, sariawan, atau sering banget terkena flu. Kalau sudah terakumulasi, datang deh yang namanya penyakit degenerative. Daripada mengandalkan obat atau produk buatan pabrik, mending kita jaga asupan kita dengan apa yang sudah Tuhan beri.

FILOSOFI AGUNG DI BALIK SELEMBAR JARIK


Oleh: Uniek Kaswarganti
 
Di jaman yang katanya sudah serba modern ini, banyak peralatan maupun perlengkapan rumah tangga yang berkembang mengikut trend maupun kepraktisan cara penggunaannya. Banyak contohnya, mulai dari alat masak yang semula menggunakan wajan tradisional / sederhana, sekarang sudah bergeser ke modern wok. Ada  pula tikar pandan yang kini sudah sedikit beredar di pasaran, tergantikan oleh modern mat yang memiliki motif jauh beraneka ragam dan dianggap lebih menarik maupun praktis.
Sebenarnya masih banyak lagi pergeseran minat, dari yang semula bernuansa tradisional menjadi lebih “modern”. Apa ya sebenarnya kategori suatu barang sehingga bisa dikatakan lebih modern ataupun lebih mengikuti perkembangan jaman? Karena bahan bakunya lebih terbarukan? Atau mungkin lebih tampil elegan? Lebih praktis begitu?

Kamis, 28 Maret 2013

Banyak Jalan Mendapat Ilmu Nulis


Banyak jalan menuju Roma, kata Pepatah.

Tuntutlah Ilmu hingga Negeri Cinta, itu juga comot pepatah.

Begitu juga dalam tulis-menulis. Banyak cara untuk bisa menulis.

Dimulai dengan banyak membaca. Membaca adalah ransum untuk menulis. Dengan banyak membaca buku, teman-teman bisa mendapatkan bekal untuk memulai menulis. Dengan membaca, teman-teman mengenal gaya penulisan banyak penulis. Mungkin terpengaruh oleh penulis favoritmu. Seperti aku mencintai Hilman. Tapi, dakuw yakin nanti kalian akan menemukan gaya sendiri. 

Saat ini, banyak buku tentang belajar menulis di toko buku karya para penulis kawakan. Mulai karya Pak Bambang Trim (The Art of Stimulating Idea),  Naning Pranoto, Arswendo Atmowiloto (Menulis Itu Gampang), Primadonna Angela, Gol A Gong (Te-We), Triani Retno. Terbaru, ada buku Bukan Buku Bestseller karya penulis produktif Indari Mastuti & Pritha Khalida.

Buku-buku ini renyah dan bermanfaat untuk kita baca. Memberi kita seluk-beluk tentang bagaimana menulis cerpen, menemukan ide, menuliskan ending, membuat tokoh-tokoh hidup dan banyak lagi.

Jumat, 22 Maret 2013

Dimuat di Republika



NIAT DAN PENGKHIANAT
(Dimuat di Republika)
Oleh Aan Wulandari


Melihat anak di bawah umur mengendarai motor adalah sebuah pemandangan umum di sekitar tempat saya tinggal. Kebiasaan berbahaya, yang sepertinya sudah dianggap biasa. Hal ini pun terjadi pada teman-teman anak saya, Syafiq, yang berusia 12 tahun. Adalah wajar, bila dia punya keinginan seperti teman-temannya. Saya pun berusaha membentengi, dengan sering mengajaknya membicarakan masalah ini. Bukan seperti itu untuk bisa disebut ‘anak gaul’. Apalagi sampai kebut-kebutan, sangat membahayakan diri sendiri, juga orang lain.