Tampilkan postingan dengan label Kopdar Penerbit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopdar Penerbit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2015

“Accidentaly” Meet Up with Gradien Mediatama



Kadang, sesuatu yang terlalu lama direncanakan, malah nggak jadi-jadi dan jadi sekedar wacana.  Yang spontan justru sering berhasil. Kopdar dengan Gradien adalah bukti nyatanya. 

Rombongan Gradien dari Yogya

Kamis, 26 Juni 2014

Kopdar Seru dengan Kru Penerbit Kaki Langit Kencana

Dear Temans,

Alhamdulillah, hari Kamis (19/06), IIDN Semarang berkesempatan bertemu kru Penerbit Kaki Langit Kencana, Grup Penerbitan Prenada. Awalnya, Mbak Iffah Hannah, editor cantik Penerbit yang berpusat di Jakarta ini menghubungi BBM dakuw. Kenalan, hehe. Ia dan kru Kaki Langit sedang road show Jateng antara lain ke Kendal, Semarang, Salatiga dan Magelang, untuk bertemu dan bersilaturahim dengan para penulis Kaki Langit Kencana. 

Tak disangka, Mbak Iffa mengajak IIDN Semarang untuk kopdar. Yeaay!
Tahu kan, member IIDN Semarang tuh hobinya apa selain nulis? Yak, kopdar! Hihi. Apalagi jika kopdarnya dengan penerbit. Lebih excited lagi dong. Pengen tahu gimana sih Kaki Langit? Siapa tahu bisa kolaborasi atau kirim-kirim naskah? :)

Jadilah, kami janjian di Lombok Ijo, Banyumanik.
Mbak Iffah dan rombongan ada acara di sekitar Banyumanik, bertemu penulis. Kami sepakati pukul 11.00, untunglah Mbak Iffah oke. Sebelumnya agak ragu karena mereka akan berangkat ke Gunung Pati bersilaturahim dengan Abah Luthfi, yang juga menulis untuk Kaki Langit.


Kamis, 05 Juni 2014

Field Trip ke Tiga Serangkai: Melihat Proses Pembuatan Buku Secara Utuh

Seumur-umur jadi penulis dan penyunting lepas, saya belum pernah mengunjungi kantor penerbitan. Beberapa komunitas penulis, sih, beberapa kali mengadakan kunjungan. Namun, seringnya di Jakarta dan bandung. Nah, orang Semarang tuh kesempatannya jaraaang banget. Padahal, Semarang, kan, dekat dengan Yogya (silakan browsing dan hitung sendiri ada berapa penerbit di Yogya?).

Senang sekali ketika ada kesempatan untuk pergi ke Tiga Serangkai, Solo, bersama komunitas EEDAN (Emak-Emak Doyan Narsis). Ups! Maksud saya Ibu-Ibu Doyan Nulis alias IIDN. Dan … boleh bawa anak! Yeay! Piknik Semarang-Solo pasti seharian, kan? Kalau enggak bisa bawa anak, anak saya mau dititipin siapa?

Senangnya lagi, meeting point (MP) awal mau berangkat ke Solo ada dua (Saya, dong, yang ngusulin :d) Mengingat Semarang terbagi jadi dua daerah, kalau hanya satu MP kasihan para peserta. MP pertama di masjid Baiturrahman, dan ke dua di Ngesrep, rumah salah satu emak anggota IIDN.

Sebenarnya, sih, jadwal berangkat dari MP 1 adalah pukul 06.00. Peserta udah tepat banget datangnya, lho! Salut atas ketidakngaretannya. Lanjutkan!  Sayangnya, si awak bus yang njelehi. Molor. Akhirnya, baru bisa jalan pukul 06.40 :p


Sabtu, 31 Mei 2014

One Day Trip to Solo - Behind The Scene

Cerita Heboh Panitia Rempong 

“One Day Trip to Solo”. Itulah judul yang dipilih untuk menamai kegiatan IIDN Semarang melakukan kunjungan ke penerbit Tiga Serangkai dilanjut jalan-jalan dan kuliner-an. Kegiatan ini sudah digaungkan beberapa bulan sebelum Milad ke-4 IIDN yang bertepatan tanggal 23 Mei 2014. 

Beruntung, bulan Mei berderet tanggal merah. Namun, tetep saja, kami tak bisa jalan-jalan di hari libur tersebut. Alasannya? Yup! Tiga Serangkai juga libur, dong! Haha. Alhasil, pilihlah kami pada hari kecepit, hari setelah anak kelas enam US, saat belum test, dan hari yang memungkin para ibu kantoran bisa bolos :p. Terpilihlah tanggal 28 Mei. 

Panitia rumpi dibentuk untuk menggodhog lebih lanjut acara ini. Beruntung banget ada Mak Winda, si Putri Solo, yang akhirnya mengusulkan aneka tempat yang layak dikunjungi. Itinenary detail juga dibuatkan olehnya. Rezeki bentuk lain muncul lagi. Mak Archa Bella punya kenalan yang bisa ngasih bus dengan harga sewa miring. Yey! Penting banget, tuh! Demi meminimalkan biaya dengan tetapmeraup keuntungan sebesar-besarnya. Ups! Becanda. Ciyus. Panitia enggak ambil untung, kok! Kalaupun untung, semua masuk kas IIDN. Percaya, deh! 

Taro, sang bendahara pun menyusun anggaran. Dan ... disepakatilah sejumlah rupiah sebagai ganti bus, makan (snack, minum, dan makan siang), dan pernik-pernik lainnya. 

Setelah fix, digulirkanlah semua ini di grup. Alhamdulillah, sampai batas akhir pendaftaran, peminat sudah cukup membuat kami berani pesan mini bus dengan kapasitas penumang 30 orang. (Target sebenarnya 50 orang dan berangkat pakai bus besar. Walaupun tak tercapai, tapi tetep bersyukur, dong!) 


Rumpi online di grup khusus panitia rupanya tak cukup. Musti tatap muka untuk membahas semua ini! Rapat pertama diselenggarakan di rumah salah satu panitia (Saya gitu :P). Pesertanya ada …. empat biji! Aku, Taro, Wuri, dan Mak Uniek. Biar cuma berempat, tetap seru. Biar banyak rumpi dan omongan di luar agenda rapat, namun kopdar itu bisa menghasilkan: pesan MMT, plakat, dan … karena harga bus masih bisa ditawar, akhirnya dana kita alokasikan untuk membeli souvenir cantik. 

MMT kiyut imut kayak korwilnya :)

Eh! Salah! Niat awalnya enggak gitu, ding! Jadi ... saat memilih-milih plakat yang bentuknya unik, lucu, menggemaskan, kami kepincut juga dengan pin dan gantungan kunci yang imuuut. Namun, dana tak memungkinkan untuk beli keduanya. Akhirnya berdasarkan asas manfaat, pilihan pun jatuh pada gantungan kunci! 

Belum puas sekali kopdar, para emak rempong ini pun bikin-bikin alasan untukrapat off line ke dua! Acaranya diadakan di @Home Hotel! Weih? Pada rapat sampai nginep? Santai ... enggak memanfaatkan dana peserta, kok! Cukup nebeng di Tongji aja, pun bayarsendiri-sendiri, lho! Xixi. Pesertanya adalah MakKetua Dewi Rieka, bendahara Taro, Sekretaris Wuri, dan panitia rempong lain yaitu Mak Uniek dan Mak Inung :p

Yesh! Rapat kedua pun menghasilkan itinenary utuh seperti ini yang segera diluncurkan di grup 


Itinerary One Day Trip Solo 

06.00: Bis berangkat dari meeting point 1 Mesjid Baiturrahman 
06.30: Bis berangkat dari meeting point 2: Rumah Fenty Arifianti Ngesrep 
06.45-09.30: Perjalanan ke Solo 
09.30-12.00: Wisata Buku di Penerbit Tiga Serangkai 
12.00-12.30: Ishoma di Tiga Serangkai 
12.30-13.00: Perjalanan ke Kampung Batik Laweyan 
13.00-15.00: Wisata Kampung Laweyan 
15.00-15.30: Perjalanan ke Prangwedanan Mangkunegaran 
15.30-17.30: Ngariung di Mangkunegaran, nonton latihan tari di salah satu pendopo 
 (Alternatif lain bila waktu melenceng dari jadwal: Belanja oleh-oleh lalu ke Mesjid Agung di Alun-Alun Utara) 
18.00: Shalat Maghrib dan makan di Galabo, pujasera depan PGS 
19.30: Balik Semarang 

Apakah semua sesuai jadwal? Tunggu liputan berikutnya, ya :d 

**** 

Liputan oleh salah satu tim rempong: Aan Diha

Jumat, 11 Oktober 2013

Kunjungan IIDN Semarang ke tabloid Cempaka

Oleh: Aditya Meilia

[09 Oktober 2013] Siang itu kira-kira pukul 10.30 WIB IIDN kopdar lagi setelah lima hari yang lalu sharing dengan para editor Tiga Serangkai. Disambut Mbak Unik sang redaktur mode kami digiring ke meja eksekusi. Meja persegi panjang yang biasa digunakan untuk rapat dan mengambil keputusan. Acara dimoderatori oleh Mas Thalhah, kartunis, merangkap korlip serta direktur do’a, hihihi. Pembawaannya memang adem dan terlihat begitu religius *ustadz mode on :p

Acara intinya tentu dipimpin yang mbaureksa*opoh ikih, yaitu Mas Rukardi sebagai pemimpin redaksi. Beliau memperkenalkan para redaktur-redaktur halaman. Mbak Unik Agung Mumpuni bertugas mengisi halaman mode,  Mbak Intan sebagai redaktur kuliner, Bu Ari yang menangani perduitan dalam rumah tangga dan Mas Abdullah Ibnu Thalhah, kartunis yang membuat tulisan-tulisan di tabloid Cempaka makin semarak dengan ilustrasi-ilustrasinya yang ciamik.

Cerita lucu dan seru IIDN SEMARANG dengan Tiga Serangkai Solo

Oleh: Dian Kusuma Damayanti
Siang itu, tanggal 3 Oktober 2013, di tengah terik matahari yang panas sekitar pukul 12.00 WIB acara undangan dari Tiga Serangkai (TS) Solo digelar di Warung Leko, Jl. Gajah Mada No. 67 Semarang, yang sekaligus acara KopDar Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang.

Sekitar pukul 12.10 wib aku sudah berada di lokasi dan langsung menuju pintu yang bertuliskan "PUSH" yang pasti artinya "Tekan" supaya kita bisa masuk ke ruangan dan ternyata di dalam belum begitu ramai dan terlihat beberapa orang saja, hanya sekilas aku memperhatikan ada sekelompok ibu-ibu di pojok sebelah kanan, namun tidak dapat memastikan siapakah mereka karena tidak jelas. Sambil mendekati meja informasi, aku bertanya,"Mbak, boleh tanya klau undangan dari IIDN dimana ya ?, seorang waiters menjawab,"belum ada reservasi mbak", aku balik menjawab,"oh gitu, oke saya tunggu. 


Kamis, 10 Oktober 2013

2 Jam Bersama Redaktur Cempaka

Pucuk dicinta ulam tiba, itulah peribahasa yang kiranya pantas sekali mewakili keinginan para anggota Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang untuk berkunjung ke kantor redaksi media cetak. Telah hampir dua tahun berlalu sejak pertama kali tercetus keinginan untuk masuk ke ruang redaksi Suara Merdeka. Kala itu sudah ancang-ancang hendak mengirimkan proposal kunjungan ke harian tersebut.

Namun berkaitan dengan 'kesibukan' luar biasa dari para ibu dan nona yang tergabung dalam IIDN, keinginan untuk 'berwisata ilmu' itu belum kunjung terwujud. Kesempatan datang justru pada saat yang tak terduga. Tanggal 21 September 2013, IIDN janji jumpa dengan 2 orang redaktur Tabloid Cempaka, mba Unik Agung dan mba Intan Esty.